Tradisi yang Tersisih atau Dihidupkan Kembali?
Ajang “Festival Budaya Tunas Bahasa Ibu” bukan sekadar panggung ekspresi anak-anak. Ia mencerminkan denyut budaya yang nyaris tersisih dalam kurikulum pendidikan formal.
Dalam festival ini, peserta lomba membawakan tembang tradisional, dan karya daur ulang dari limbah plastik dan kerajinan lokal dipamerkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, di balik sorak sorai, muncul pertanyaan mendasar, Apakah festival semacam ini hanya ritual tahunan atau benar-benar menjadi bagian dari sistem pendidikan yang konsisten?
Ibu Matildis berharap kegiatan ini bisa digelar tiga kali dalam setahun. Sebuah sinyal penting bahwa pelestarian budaya tak cukup setahun sekali.
Dukungan Pemda: Antara Simbolik dan Substansial
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ende, Malthidis Mensi Tiwe, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah atas kehadiran simbolik mereka.
Namun, apakah kehadiran pejabat cukup? Tantangannya adalah bagaimana kegiatan seperti ini dijadikan bagian integral dari strategi pendidikan berkelanjutan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




