PGRI Flores Timur Gelar Aksi Damai, Desak Pemda Klarifikasi Pemotongan TPP dan Tuntaskan 5 Masalah Guru yang Mangkrak

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 11 Desember 2025 - 07:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Frederikus Kepitang Dokeng Editor : Redaksi Dibaca 282 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa aksi PGRI Flores Timur berdialog dengan DPRD Flores Timur terkait lima tuntutan

Massa aksi PGRI Flores Timur berdialog dengan DPRD Flores Timur terkait lima tuntutan

Ketiadaan penjelasan dari Pemda dinilai membuka ruang spekulasi dan memperburuk kepercayaan publik.

Wakil Ketua PGRI lainnya, Muhammad Sole Kadir, menguraikan lima persoalan yang menurutnya tidak pernah diselesaikan Pemda Flores Timur. Persoalan ini disebut sebagai bukti lemahnya koordinasi antarinstansi.

Lima tuntutan PGRI adalah:

Tunggakan rapelan gaji 2019–2025 untuk 341 guru belum dibayarkan.

Kehilangan THR TPG 50–100% pada 2023–2025 akibat kelalaian penginputan data.

Rencana pemotongan TPP ASN sebesar 50% tanpa kepastian mekanisme.

Proses kenaikan pangkat lambat dan kuota jabatan fungsional tidak jelas.

Guru honorer swasta tidak masuk skema seleksi PPPK meski bertahun-tahun mengajar.

Baca Juga :  Pastikan Kesejahteraan Tenaga Pendidik, Pemerintah Susun Skema Baru Pembayaran TPG

Muhammad menolak jawaban “akan diupayakan” yang sering keluar dari pemerintah daerah.

“Kami minta tanggal dan bulan yang pasti. Hak kami bukan untuk menunggu tanpa kepastian,” tegasnya.

Sekretaris Daerah Flores Timur, Petrus Pedo Maran, mengakui pemerintah berada dalam kondisi keuangan yang sangat berat. Pemda disebut kehilangan dana transfer pusat sebesar Rp159 miliar.

Baca Juga :  Forum Pemuda NTT Malang Raya Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Taqwa Al-Qolbi

Berita Terkait

Pemilik Lahan Tutup Akses Masuk GOR 99 Lembata, Tuntut Pemkab Segera Bayar Ganti Rugi
Viral Gubernur NTT Catat Keluhan Warga Lewat HP Saat Kunjungan Wapres, Tokoh Muda Minta Masyarakat Bijak Bermedsos
Warga Narasaosina Serahkan 57 Senjata Api Rakitan ke Polisi demi Perdamaian Adonara Timur
Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian
Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang
Warga Mengungsi Akibat Konflik Sosial, Dinsos Ende Serahkan Bantuan Kemanusiaan
Wabup Flores Timur Pertemukan Dua Kades yang Berkonflik di Adonara Timur, Tegaskan Tak Ada Lagi Perang
Konflik Susulan di Adonara Timur Pecah, Sembilan Rumah Warga Dusun Bele Terbakar
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 17:23 WITA

Pemilik Lahan Tutup Akses Masuk GOR 99 Lembata, Tuntut Pemkab Segera Bayar Ganti Rugi

Senin, 25 Mei 2026 - 14:19 WITA

Viral Gubernur NTT Catat Keluhan Warga Lewat HP Saat Kunjungan Wapres, Tokoh Muda Minta Masyarakat Bijak Bermedsos

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:34 WITA

Warga Narasaosina Serahkan 57 Senjata Api Rakitan ke Polisi demi Perdamaian Adonara Timur

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:50 WITA

Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:17 WITA

Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:31 WITA

Wabup Flores Timur Pertemukan Dua Kades yang Berkonflik di Adonara Timur, Tegaskan Tak Ada Lagi Perang

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:53 WITA

Konflik Susulan di Adonara Timur Pecah, Sembilan Rumah Warga Dusun Bele Terbakar

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:13 WITA

Wabup Flores Timur Tetapkan Status Gempa Beralih ke Masa Transisi Pemulihan

Berita Terbaru