ENDE, – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa hari terakhir memicu terjadinya longsor di sejumlah titik di ruas jalan Nangaba–Maukaro. Longsor terjadi tepatnya di wilayah Desa Riaraja, Kecamatan Ende.
Akibat peristiwa tersebut, puluhan desa dilaporkan terisolir karena akses jalan tertutup material longsor dan kendaraan tidak dapat melintas secara normal.
Sejumlah desa yang terdampak antara lain Desa Wolokaro, Desa Jejaraja, Desa Wawonato, Desa Woroapa, Desa Mbotutenda, Desa Nuaja, Desa Jamokeasa, Desa Wologai, Desa Wologai Dua, Desa Boafeo, hingga Desa Kembirangga Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi kondisi tersebut, tokoh muda Ende, Djolan Rinda, mendesak Pemerintah Kabupaten Ende agar segera mengambil langkah cepat untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan.
Menurut Djolan, keterlambatan penanganan dapat berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat, terutama dalam hal mobilitas dan perputaran ekonomi di wilayah yang terdampak.
“Pemerintah seharusnya sudah mengantisipasi sejak dini. Jika cuaca buruk terjadi di ruas-ruas jalan yang rawan longsor, mestinya alat berat sudah ditempatkan di lokasi strategis agar ketika terjadi longsor bisa segera ditangani dan arus lalu lintas tidak terganggu,” ungkapnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe



