Sayangnya, tantangan tidak kecil. Indeks Masyarakat Digital di Provinsi NTT masih di bawah rata-rata nasional, yakni 39,34% (NTT) versus 43,18% (nasional). Artinya, pemanfaatan teknologi digital masih tertinggal, meski infrastruktur dan SDM digital sebenarnya cukup menjanjikan
Tetapi, mari kita jujur, jalan ke sana tidak mulus. Infrastruktur internet masih jauh dari ideal. Kapasitas guru bervariasi. Dukungan masyarakat belum seragam. Tanpa konsistensi politik, program ini bisa terjebak menjadi proyek lima tahunan yang berhenti di tengah jalan.
Inilah yang juga ditekankan Paulo Freire, filsuf pendidikan asal Brasil, bahwa “Pendidikan tidak mengubah dunia. Pendidikan mengubah orang-orang yang akan mengubah dunia.” Artinya, pendidikan hanya berfungsi bila ia berkelanjutan, bukan sebatas proyek politik sesaat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sinilah letak tantangannya. Politik pendidikan selalu menuntut kesabaran dan keberlanjutan. Seorang kepala daerah bisa memulainya, tetapi generasi pemimpin berikutnya yang akan memanen hasilnya. Jika komitmen terjaga lintas periode, maka Future School akan tumbuh menjadi warisan peradaban.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




