Angka partisipasi murni (APM) sekolah menengah atas (16–18 tahun) di daerah ini tercatat hanya 49,41%, sedangkan APM sekolah dasar mencapai 96,23%. Artinya, hampir separuh anak usia remaja tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi sebuah indikasi gagal dari sistem pendidikan lokal dalam menjaga rentang pendidikan lebih tinggi.
Enam pilar Sekolah Masa Depan kelas bilingual, pembelajaran berbasis digital, literasi dan numerasi, budaya sekolah positif, sekolah ramah lingkungan, serta manajemen berbasis teknologi bukan sekadar jargon teknokratis. Pilar-pilar ini adalah strategi politik yang mencoba menjawab persoalan klasik: bagaimana daerah dengan keterbatasan infrastruktur bisa tetap menyiapkan generasinya agar setara bersaing dengan anak-anak di kota besar.
Seperti pernah diingatkan Ki Hajar Dewantara,
“Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat menuntun tumbuhnya kodrat itu.” Menuntun di sini jelas tidak bisa dilakukan dengan fasilitas seadanya. Karena itu, Future School adalah upaya menyiapkan ruang agar kodrat anak-anak Flores Timur bisa tumbuh, bukan sekadar bertahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe



