Namun, kondisi fisik bangunan dan keterbatasan fasilitas dinilai belum memadai untuk menunjang proses belajar mengajar secara optimal.
Ketua Komite MIS Jihadul Akbar Tamalhaur mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi sekolah. Selain keterbatasan ruang belajar, akses menuju sekolah juga menjadi persoalan serius bagi para siswa.
“Sebagian anak harus menempuh jarak hingga empat kilometer. Bahkan ada yang harus diantar menggunakan kendaraan roda tiga karena jarak rumah yang cukup jauh,” ungkapnya saat berdialog dengan rombongan Bupati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menyampaikan kebutuhan mendesak sekolah terhadap fasilitas pendukung pembelajaran dan administrasi, seperti wireless speaker untuk apel pagi, satu unit laptop, serta printer guna menunjang administrasi sekolah dan pelaksanaan ujian.
“Harapan kami sederhana, agar 47 anak ini bisa terus belajar dengan layak dan tidak tertinggal,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Lembata menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lembata tidak menutup mata terhadap persoalan yang dihadapi MIS Jihadul Akbar Tamalhaur.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




