Sentimen positif ini dipengaruhi oleh pernyataan terbaru Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, yang menegaskan bahwa kebijakan moneter AS tetap fokus pada pengendalian inflasi.
Powell menekankan bahwa meskipun inflasi AS menunjukkan tren penurunan, masih diperlukan waktu untuk mencapai target The Fed sebesar 2%.
Pernyataan Powell menandakan bahwa bank sentral AS tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga, tetapi tetap mempertahankan kebijakan yang mendukung stabilitas ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal ini memberikan kejelasan bagi investor global, termasuk di Indonesia, yang sebelumnya khawatir terhadap ketidakpastian kebijakan moneter AS.
Selain faktor The Fed, perhatian pasar juga tertuju pada perkembangan hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China. Presiden AS Donald Trump baru saja mengungkapkan bahwa ia telah berbicara dengan Presiden China, Xi Jinping.
Dalam pernyataannya, Trump menyoroti hubungan pribadi mereka yang baik, meskipun belum ada detail lebih lanjut terkait kemungkinan perubahan kebijakan perdagangan, termasuk tarif yang baru-baru ini diberlakukan.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




