Masyarakat dan Gereja di Ende Gelar Aksi Damai Tolak Proyek Geothermal

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 3 Juni 2025 - 23:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Arkadeus Aku Suka Editor : Redaksi Dibaca 2,266 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi dan konsolidasi jelang aksi tolak geotermal di kabupaten Ende

Diskusi dan konsolidasi jelang aksi tolak geotermal di kabupaten Ende

Keduanya menyoroti berbagai aspek yang menjadi dasar penolakan, mulai dari kondisi geologis Flores hingga minimnya transparansi proyek.

RD. Piperno mengungkapkan bahwa sejak awal, Uskup Keuskupan Agung Ende telah menyatakan sikap menolak proyek Geothermal setelah mendengar masukan dari masyarakat serta hasil kajian para peneliti.

“Tanah Flores sangat rapuh. Proyek ini berpotensi menimbulkan bencana besar. Selain itu, dapat mengancam sektor pertanian dan budaya masyarakat setempat,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa sejak 2017, Pulau Flores telah ditetapkan sebagai Pulau Geothermal oleh Kementerian ESDM dan masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), meski belum dilakukan kajian lingkungan dan sosial yang mendalam.

Sementara itu, RP. Markus, SVD menegaskan bahwa lokasi proyek berada di kawasan ring of fire atau cincin api Pasifik, yang secara geologis sangat rawan terhadap aktivitas vulkanik.

Baca Juga :  Simak Kisah Inspiratif Karolus Karni Lando, Alumni MBA ITB yang Mendunia

“Proyek ini tidak memiliki Amdal, dan prosesnya tidak transparan. Masyarakat tidak dilibatkan, bahkan ada intimidasi terhadap warga yang menolak,” ungkapnya.

Berita Terkait

Bentrokan Narasaosina-Waiburak di Flores Timur Kembali Pecah, 1 Warga Tewas dan 3 Terluka
Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Avanza di Jalan Trans Maumere-Larantuka, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan
PMKRI Ende Tolak Rencana Pembangunan Indomaret di Nangaroro, Soroti Nasib UMKM dan Transparansi Kebijakan
Dua Imam Baru Disambut Adat Lamaholot dan Tarian Hedung, Resmi Bertugas di Paroki Santo Yoseph Tanah Boleng
Pemkab Ende Percepat Program Strategis Nasional, 278 Koperasi Merah Putih hingga 75 Dapur MBG Disiapkan
Rekonsiliasi Tahap II Konflik Lewonara dan Dusun Bele Digelar, Pemkab Flores Timur Dorong Perdamaian Permanen
Pembongkaran Lapak di Pasar Alok : Ibu Yasinta Sebut Pembongkaran Secara Brutal dan Tidak Adil, Lapak Kami Diinjak Dihancurkan
Sambut Libur Sekolah, PELNI Berikan Diskon Tarif Tiket Kapal Hingga 30 Persen
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:59 WITA

Bentrokan Narasaosina-Waiburak di Flores Timur Kembali Pecah, 1 Warga Tewas dan 3 Terluka

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:16 WITA

Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Avanza di Jalan Trans Maumere-Larantuka, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:02 WITA

PMKRI Ende Tolak Rencana Pembangunan Indomaret di Nangaroro, Soroti Nasib UMKM dan Transparansi Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:42 WITA

Dua Imam Baru Disambut Adat Lamaholot dan Tarian Hedung, Resmi Bertugas di Paroki Santo Yoseph Tanah Boleng

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:16 WITA

Pemkab Ende Percepat Program Strategis Nasional, 278 Koperasi Merah Putih hingga 75 Dapur MBG Disiapkan

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:13 WITA

Pembongkaran Lapak di Pasar Alok : Ibu Yasinta Sebut Pembongkaran Secara Brutal dan Tidak Adil, Lapak Kami Diinjak Dihancurkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:37 WITA

Sambut Libur Sekolah, PELNI Berikan Diskon Tarif Tiket Kapal Hingga 30 Persen

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:29 WITA

Pakar Hukum Undana : Jika Terbukti Korupsi, Pengelola Program MBG dari Pusat hingga Daerah Harus Diproses

Berita Terbaru