Rektor Unika Santu Paulus Ruteng Tegaskan Budaya Kerja Berbasis Transformasi, Kolaborasi, dan Karakter

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 14 Februari 2025 - 11:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Selvianus Hadun Editor : Redaksi Dibaca 641 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Universitas Katolik St. Paulus Ruteng (Foto ; Selvianus Haduh)

Mahasiswa Universitas Katolik St. Paulus Ruteng (Foto ; Selvianus Haduh)

Fleksibilitas dengan Tanggung Jawab

Terkait aturan jam kerja, Rektor menekankan bahwa kedisiplinan tetap menjadi prioritas, namun perlu diimbangi dengan fleksibilitas yang bertanggung jawab. Dalam dunia akademik, produktivitas tidak hanya diukur dari kehadiran fisik, tetapi dari kontribusi nyata yang diberikan kepada universitas dan masyarakat.

“Yang terpenting bukan berapa lama kita berada di kantor, tetapi sejauh mana pekerjaan kita memberikan manfaat bagi institusi dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Membangun Lingkungan Kerja yang Inklusif dan Inspiratif

Sebagai penutup, Rektor mengajak seluruh civitas akademika Unika Santu Paulus Ruteng untuk bersama-sama menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan inspiratif.

Ia berharap setiap individu merasa dihargai, didengar, dan termotivasi untuk berkarya secara maksimal demi kemajuan universitas.

Baca Juga :  Peduli Terhadap Kekerasan Perempuan dan Anak di Sikka, Program Studi Fakultas Hukum UNIPA Lakukan Kuliah Tamu.

“Mari kita hidupkan pedoman ini dengan semangat visi Unika Santu Paulus Ruteng. Dengan komitmen bersama, kita tidak hanya menjaga disiplin dan ketertiban, tetapi juga membangun budaya kerja yang membawa universitas ini semakin maju dan bermakna,” pungkasnya.

Berita Terkait

Parlan Lamakraja Adukan Polemik Facebook ke Polres Flotim, Serahkan Bukti Elektronik
BEM dan BLM Uniflor Ende Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia Korban Gempa di Mukusaki
Garda Pemuda Gibran Ende Sebut Pemimpin Kerja Nyata Jadi Kebutuhan Indonesia Saat Ini
Pengadaan 700 Sapi Dipangkas Jadi 150 Ekor, PRIMA Flores Timur Ingatkan Risiko Hukum
Kementerian Kelautan dan Perikanan Survei Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Waka, Ende
Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, 50 Personel Dikerahkan untuk Pengejaran
Dana Gempa Flores Rp 200 Miliar Sudah Cair, Warga Pengungsian Masih Keluhkan Minimnya Bantuan Logistik
Krisis Air Minum Ancam Sejumlah Wilayah di Sikka, DPRD Desak Bupati Segera Ambil Langkah Cepat
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 18:19 WITA

Parlan Lamakraja Adukan Polemik Facebook ke Polres Flotim, Serahkan Bukti Elektronik

Rabu, 16 September 2026 - 22:58 WITA

BEM dan BLM Uniflor Ende Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia Korban Gempa di Mukusaki

Rabu, 16 September 2026 - 08:53 WITA

Garda Pemuda Gibran Ende Sebut Pemimpin Kerja Nyata Jadi Kebutuhan Indonesia Saat Ini

Sabtu, 12 September 2026 - 19:09 WITA

Kementerian Kelautan dan Perikanan Survei Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Waka, Ende

Kamis, 10 September 2026 - 23:37 WITA

Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, 50 Personel Dikerahkan untuk Pengejaran

Kamis, 10 September 2026 - 16:09 WITA

Dana Gempa Flores Rp 200 Miliar Sudah Cair, Warga Pengungsian Masih Keluhkan Minimnya Bantuan Logistik

Kamis, 10 September 2026 - 12:00 WITA

Krisis Air Minum Ancam Sejumlah Wilayah di Sikka, DPRD Desak Bupati Segera Ambil Langkah Cepat

Senin, 7 September 2026 - 19:09 WITA

Polres Ende Dirikan Tenda Darurat di SDK Pu’ubheto, Pastikan Siswa Tetap Belajar Pascagempa

Berita Terbaru