ENDE, – Aliansi mahasiswa di Kabupaten Ende turun ke jalan dengan membawa serangkaian tuntutan strategis yang menyasar kebijakan lokal hingga nasional.
Di balik aksi yang berlangsung damai ini, muncul kritik mendasar terhadap pengelolaan anggaran daerah, tata kelola infrastruktur, serta respons pemerintah pusat terhadap isu-isu kebangsaan.
Menariknya, pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolres Ende AKBP I Gede Ngurah Joni Mahardika dan Dandim 1602/Ende Letkol Inf. Dwi Harry Wibowo, S.E, M.M.S.I.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tuntutan Mahasiswa, Dari Program MBG hingga Sampah Kota
Mahasiswa mendesak Pemerintah Kabupaten Ende untuk,
Menghentikan sementara program MBG sambil menyiapkan SDM lokal.
Melakukan evaluasi transparan terhadap anggaran MBG.
Menyelesaikan persoalan sampah yang makin memprihatinkan.
Sorotan Infrastruktur: Jalan, Jembatan, dan Pasar Mbongawangi
Kondisi jalan dan jembatan di 21 kecamatan disebut mahasiswa sebagai bukti nyata lemahnya perhatian Pemkab. Selain itu, los Pasar Mbongawangi yang mangkrak dianggap merugikan pedagang kecil.
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe



