Ulasan Lonn Segi Tak Sepanjang Gelarnya

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Ryan Laka Editor : Redaksi Dibaca 324 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marianus Yuardianus Laka, Alumni Uniflor

Marianus Yuardianus Laka, Alumni Uniflor

Sanggahan Terhadap Narasi “Kebaikan Bersama” dalam Penataan Pantai Ndao

Oleh: Rian Laka Alumni Unflor

Membaca opini Lon Segi, S.Pd., M.Pd. yang mencoba menjustifikasi kebijakan penertiban Pantai Ndao dengan jubah “Kebaikan Bersama”, kita seolah sedang melihat sebuah parade intelektual yang megah di permukaan namun keropos di fondasi.

Gelar akademis yang berderet panjang seharusnya berbanding lurus dengan ketajaman analisis sosiologis dan empati kemanusiaan. Sayangnya, ulasan saudara Lon Segi dalam perkara Ndao justru nampak kerdil, terjebak dalam diksi-diksi normatif yang jauh dari realitas perut rakyat.

Kekeliruan Fundamental : Kebaikan Bersama atau Eksploitasi Moral?

Saudara Lon Segi berargumen bahwa tidak ada yang salah dengan narasi “Kebaikan Bersama”. Secara teoretis, Bonum Commune adalah cita-cita luhur. Namun, dalam praktik kebijakan di Ndao, narasi ini berubah menjadi Tirani Mayoritas.

Baca Juga :  Pengembangan Geothermal di Flores, Mencari Titik Temu untuk Kepentingan Bersama

Kebaikan bersama tidak boleh dicapai dengan cara menumbalkan hak hidup kelompok kecil. Jika “kebaikan” yang dimaksud adalah pantai yang bersih demi kepuasan mata pelancong namun harus mematikan piring nasi 100 jiwa pedagang lokal, maka itu bukan kebaikan bersama. Itu adalah Eksploitasi Moral.

Berita Terkait

Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana
Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati
Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir
Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?
Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan
Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT
Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis
May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:26 WITA

Dari NTT untuk NTT, APS Kupang Buka Lapangan Kerja dan Bangun SDM Profesional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:45 WITA

Gonzalo, Pergi Terlalu Cepat, Meninggalkan Cinta yang Begitu Dalam

Senin, 28 September 2026 - 21:44 WITA

Audit ISO 9001 dan MLC 2006 di Jakarta, Dr Karolus Ajak Putra-Putri NTT Berkarier di Kapal Pesiar

Sabtu, 19 September 2026 - 18:08 WITA

Melihat IKN dari Dekat: Dari Gagasan Besar Jokowi hingga Kota Masa Depan yang Mulai Terwujud

Kamis, 17 September 2026 - 13:27 WITA

Posko Peduli Gempa Flores Malang Raya Salurkan Bantuan Sembako Kloter II untuk Mahasiswa Terdampak Gempa

Minggu, 13 September 2026 - 07:09 WITA

Papua Tidak Butuh Lebih Banyak Korban Jiwa, Negara Harus Hadir Sebelum Rakyat Menjadi Korban

Jumat, 11 September 2026 - 08:40 WITA

KRQA-SQC Gelar Audit ISO, ISM Code dan MLC 2006 di PT Trans Yeong Maritime

Kamis, 10 September 2026 - 23:25 WITA

Siklus Kekerasan di Papua Terus Berulang, Efektifkah Strategi Keamanan Pemerintah Prabowo

Berita Terbaru