Ulasan Lonn Segi Tak Sepanjang Gelarnya

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Ryan Laka Editor : Redaksi Dibaca 325 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marianus Yuardianus Laka, Alumni Uniflor

Marianus Yuardianus Laka, Alumni Uniflor

Sebuah kebijakan hanya bisa disebut demi kebaikan bersama jika ia inklusif—mengakomodasi kepentingan estetika kota sekaligus menjamin keberlangsungan ekonomi rakyatnya.

Kegagalan Nalar: Penataan Bukan Berarti Pengosongan

Di sinilah letak “pendeknya” ulasan saudara Lon Segi. Ia nampaknya tidak mampu membedakan antara Penataan (Ordering) dan Penggusuran (Displacement).
Mengapa dalam nalar Lon Segi, satu-satunya jalan menuju ketertiban adalah dengan mengosongkan lahan? Ini adalah bukti kemiskinan inovasi kebijakan. Dunia modern telah lama mengenal konsep On-Site Upgrading—menata di tempat.

Pedagang Ndao bisa difasilitasi dengan rombong yang estetik, higienis, dan selaras dengan tata ruang. Menghilangkan mereka sama sekali adalah jalan pintas birokrasi yang malas, yang sayangnya justru diamini oleh seorang akademis.

Absennya Akurasi Data dalam Narasi “Kebaikan”

Baca Juga :  Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi

Gelar M.Pd. seharusnya mencerminkan kemampuan riset yang mumpuni. Namun, ulasan Lon Segi abai terhadap Analisis Dampak Sosial-Ekonomi. Apakah saudara Lon Segi tahu bahwa ada perputaran uang sekitar Rp2,4 Miliar per tahun di Ndao yang menghidupi ekonomi domestik Ende? Mematikan ekosistem ini tanpa solusi relokasi yang strategis (bukan sekadar janji) adalah tindakan ceroboh.

Baca Juga :  Pengembangan Geothermal di Flores, Mencari Titik Temu untuk Kepentingan Bersama

Berita Terkait

Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana
Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati
Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir
Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?
Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan
Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT
Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis
May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:26 WITA

Dari NTT untuk NTT, APS Kupang Buka Lapangan Kerja dan Bangun SDM Profesional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:45 WITA

Gonzalo, Pergi Terlalu Cepat, Meninggalkan Cinta yang Begitu Dalam

Senin, 28 September 2026 - 21:44 WITA

Audit ISO 9001 dan MLC 2006 di Jakarta, Dr Karolus Ajak Putra-Putri NTT Berkarier di Kapal Pesiar

Sabtu, 19 September 2026 - 18:08 WITA

Melihat IKN dari Dekat: Dari Gagasan Besar Jokowi hingga Kota Masa Depan yang Mulai Terwujud

Kamis, 17 September 2026 - 13:27 WITA

Posko Peduli Gempa Flores Malang Raya Salurkan Bantuan Sembako Kloter II untuk Mahasiswa Terdampak Gempa

Minggu, 13 September 2026 - 07:09 WITA

Papua Tidak Butuh Lebih Banyak Korban Jiwa, Negara Harus Hadir Sebelum Rakyat Menjadi Korban

Jumat, 11 September 2026 - 08:40 WITA

KRQA-SQC Gelar Audit ISO, ISM Code dan MLC 2006 di PT Trans Yeong Maritime

Kamis, 10 September 2026 - 23:25 WITA

Siklus Kekerasan di Papua Terus Berulang, Efektifkah Strategi Keamanan Pemerintah Prabowo

Berita Terbaru