Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Niko Sanggu Editor : Redaksi Dibaca 233 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Niko Sanggu, Mahasiswa Universitas Nusa Nipa Maumere

Niko Sanggu, Mahasiswa Universitas Nusa Nipa Maumere

Oleh ; Niko Sangu, Mahasiswa Universitas Nusa Nipa Maumere

Menagih Etika Kekuasaan di Tanah Pancasila

Opini, – Setiap Agustus, bangsa ini kembali larut dalam perayaan kemerdekaan. Bendera dikibarkan, lagu kebangsaan dinyanyikan, dan berbagai seremoni digelar dengan penuh semangat. Namun, kemerdekaan tidak boleh berhenti sebagai ritual tahunan. Ia harus menjadi ruang refleksi untuk mengukur sejauh mana negara benar-benar hadir menghadirkan keadilan bagi rakyatnya.

Bagi Kabupaten Ende, makna refleksi itu jauh lebih dalam. Di kota inilah Bung Karno mengasingkan diri sekaligus merumuskan nilai-nilai yang kemudian menjadi fondasi Pancasila. Karena itu, Ende bukan sekadar wilayah administratif, melainkan ruang sejarah yang menyimpan tanggung jawab moral terhadap cita-cita bangsa.

Baca Juga :  Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi

Ironisnya, di tanah yang melahirkan gagasan besar tentang keadilan sosial ini, pertanyaan mendasar justru terus mengemuka: mengapa rakyat masih bergulat dengan kemiskinan, ketimpangan, dan keterbelakangan?

Ende tidak pernah kekurangan orang pintar. Daerah ini memiliki banyak sarjana, akademisi, birokrat, teknokrat, maupun tokoh masyarakat yang berpendidikan tinggi. Namun, kecerdasan intelektual ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas kebijakan publik.

Baca Juga :  Teka-Teki Dana Pokir DPRD Ende 25 Miliar atau 34 Miliar ?

Berita Terkait

Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana
Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati
Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir
Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan
Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT
Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis
May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja
Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 18:19 WITA

Parlan Lamakraja Adukan Polemik Facebook ke Polres Flotim, Serahkan Bukti Elektronik

Rabu, 16 September 2026 - 22:58 WITA

BEM dan BLM Uniflor Ende Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia Korban Gempa di Mukusaki

Rabu, 16 September 2026 - 08:53 WITA

Garda Pemuda Gibran Ende Sebut Pemimpin Kerja Nyata Jadi Kebutuhan Indonesia Saat Ini

Sabtu, 12 September 2026 - 19:09 WITA

Kementerian Kelautan dan Perikanan Survei Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Waka, Ende

Kamis, 10 September 2026 - 23:37 WITA

Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, 50 Personel Dikerahkan untuk Pengejaran

Kamis, 10 September 2026 - 16:09 WITA

Dana Gempa Flores Rp 200 Miliar Sudah Cair, Warga Pengungsian Masih Keluhkan Minimnya Bantuan Logistik

Kamis, 10 September 2026 - 12:00 WITA

Krisis Air Minum Ancam Sejumlah Wilayah di Sikka, DPRD Desak Bupati Segera Ambil Langkah Cepat

Senin, 7 September 2026 - 19:09 WITA

Polres Ende Dirikan Tenda Darurat di SDK Pu’ubheto, Pastikan Siswa Tetap Belajar Pascagempa

Berita Terbaru