Dugaan Korupsi DPRD: Tunjangan Miliaran, Hasil Nol
Kasus lain yang tak luput dari sorotan adalah dugaan penyimpangan tunjangan DPRD Ende. Tunjangan perumahan dan transportasi yang seharusnya diberikan sesuai aturan, justru ditengarai menjadi ladang bancakan.
“Tiap tahun anggaran miliaran rupiah dikucurkan untuk tunjangan ini, tapi apakah penggunaannya sesuai? Kami mendesak Kejari untuk membuka data secara transparan,” ujar Marselino.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya itu, PMKRI juga meminta penyelidikan terhadap dana bencana yang diduga diselewengkan.
“Di atas kertas, dana ini untuk korban bencana. Tapi coba lihat kondisi di lapangan, apakah ada perubahan? Atau dana ini malah ‘berpindah tangan’ sebelum sampai ke mereka yang membutuhkan?” katanya.
Sejumlah nama politisi disebut-sebut dalam pusaran dugaan ini. Namun, hingga kini, belum ada langkah konkret dari aparat hukum.
Proyek SPAM Rp 900 Juta: Air Tak Mengalir, Uang Hilang
Satu lagi proyek yang dipertanyakan adalah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Ndorurea 1, Kecamatan Nangapanda. Proyek senilai Rp 900 juta ini justru berujung sia-sia—air tak kunjung mengalir, sementara anggaran sudah terserap habis.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




