Uang Rekanan Rp 49 M Belum Dibayar, Ini Penjelasan Kejari Ende

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 20 Mei 2025 - 20:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Arkadeus Aku Suka Editor : Redaksi Dibaca 835 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejari Ende Zulfahmi memberikan keterangan pers kepada awak media, selasa, 20 Mei 2025

Kejari Ende Zulfahmi memberikan keterangan pers kepada awak media, selasa, 20 Mei 2025

LIPUTANFLORES.COM|ENDE, – Misteri belum cairnya uang rekanan sebesar Rp 49 miliar lebih di Kabupaten Ende akhirnya terjawab.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende membeberkan alasan di balik tidak direalisasikannya anggaran tersebut oleh pemerintah kabupaten.

22 OPD Sudah Ajukan Pembayaran ke BPKAD

Dalam konferensi pers, Selasa (20/5/2025), Kepala Kejari Ende, Zulfahmi menjelaskan bahwa 22 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah mengajukan permohonan pembayaran proyek kepada BPKAD Ende sejak Oktober hingga Desember 2024. Semua proyek, baik fisik maupun non fisik, disebut telah rampung 100 persen.

Namun, hingga akhir tahun anggaran 2024, uang rekanan Rp 49 miliar itu belum juga dibayarkan.

Baca Juga :  Pemkab Ende Bungkam Soal Hutang Rp 49 Miliar

Dana Sudah Ditransfer dari Pusat

Zulfahmi menyebutkan bahwa dana proyek berasal dari DAK dan DAU SG, yang sudah ditransfer ke kas umum daerah. Tapi anehnya, BPKAD tak menindaklanjuti pembayaran meski dana telah tersedia.

Diduga Dialihkan ke Pos Lain

“Tim penyelidik menemukan indikasi pengalihan anggaran untuk membayar item lain seperti gaji DPRD Ende dan tunjangan lainnya,” ujar Zulfahmi.

Baca Juga :  Menkumham Andi Agtas Umumkan Pemberian Amnesti Kepada Para Napi

Berita Terkait

Aksi Damai Kelompok Mahasiswa di Ende, Tuntutan Transparansi Anggaran, Infrastruktur, hingga Isu Nasional
Kajari Ende ; Uang Hasil Korupsi Disetor ke Kas Negara
Antisipasi Demo, TNI – Polri Gelar Patroli Gabungan
Ciptakan Kondisi Aman di Sikka, Polsek Nelle dan TNI Gelar Operasi Gabungan
Polres Sikka Dorong Demokrasi Damai, Antisipasi Anarkisme di Era Digital
BEM UNIPA Maumere Kecam Tindakan Brutal Oknum Brimob yang Tewaskan Driver Ojol
Represifitas hingga Ojol Tewas, PMKRI Maumere Minta Copot Kapolri dan Evaluasi Protap Penanganan Masa Aksi
Tragedi Kematian Prada Lucky Namo, Aksi 1000 Lilin, Evaluasi TNI, dan Tuntutan Keadilan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:53 WITA

IGI Flores Timur Kecam Kekerasan Orang Tua Siswa terhadap Guru di SDN Kampung Baru Larantuka

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:16 WITA

Putusan MA Menang, Tapi Administrasi Tersendat: Dugaan Oknum BPN Persulit Pengurusan Tanah Mencuat

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:48 WITA

Bentrok Warga di Adonara Flores Timur: 10 Rumah di Desa Bele Dibakar Akibat Sengketa Tanah

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:16 WITA

Pemprov NTT Bahas Dampak Batas 30 Persen Belanja Pegawai, Pengurangan P3K Jadi Opsi Terakhir

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:14 WITA

Ahli Waris Ibrahim Hanta Siap Aksi Besar di BPN Manggarai Barat, Diduga Abakan Putusan Mahkamah Agung

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:56 WITA

Ritual Adat Bersih Kampung di Amagarapati, Pemda dan Aparat Ajak Warga Flores Timur Jaga Perdamaian

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:07 WITA

Pendaftaran Ketua DPW Vox Point Sikka Ditutup, Empat Kandidat Siap Bertarung di Konferwil 2025–2029

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:56 WITA

Rekam Jejak Sengketa Tanah dan Laporan Hukum Pater Marsel Ogot Kembali Jadi Sorotan Publik Labuan Bajo

Berita Terbaru