“Mari kita bangun jembatan agar cinta kasih Allah dapat meraih mereka yang membutuhkan. Mari kita saling bahu-membahu membangun jembatan melalui dialog dan perjumpaan yang menyatukan kita menjadi satu umat,” serunya.
Kepada Gereja Roma, Paus mengajak untuk menjadi gereja yang terbuka dan misioner, seperti pelataran Santo Petrus yang “dengan tangan terbuka, menerima semua yang membutuhkan cinta kasih dan kehadiran kita.”
Dalam Bahasa Spanyol, Paus Leo menyampaikan sapaan khusus kepada umat di Keuskupan Chiclayo, Peru, tempat ia sebelumnya melayani sebagai uskup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengenang kesetiaan umat di sana dan menyebut mereka sebagai “Gereja yang setia pada Yesus Kristus.”
Menutup sambutannya, bertepatan dengan peringatan Santa Maria dari Pompey, Paus mengajak seluruh umat untuk berdoa bersama memohon rahmat bagi tugas barunya dan untuk perdamaian dunia.
“Bunda kita Maria akan selalu berjalan dekat dengan kita… Maka saya hendak berdoa bersama kalian semua…”
Sambutan Paus Leo XIV menegaskan arah pastoralnya, sinodalitas, perdamaian, dan semangat misioner—Gereja yang berjalan bersama, terbuka, dan selalu mencari kasih.
Halaman : 1 2



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe



