LIPUTANFLORES.COM|KALTIM, – Ratusan peserta dari seluruh Indonesia memadati Desa Kedang Ipil, wilayah adat Kutai Adat Lawas Sumping Layang, untuk mengikuti pembukaan RAKERNAS AMAN VIII (14 April 2025).
Dengan tema “Perkuat Resiliensi Masyarakat Adat di Tengah Gempuran Pembangunan yang Merusak”, agenda tiga hari ini menegaskan semangat juang komunitas adat menghadapi tekanan eksploitasi sumber daya.
Acara dibuka dengan pawai budaya Masyarakat Adat, simbol keberlanjutan tradisi sekaligus peringatan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara 2025 dan perayaan 26 tahun berdirinya Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedang Ipil : Garis Depan Perlawanan
Ketua Panitia, Yoga Saeful Rizal, menjelaskan bahwa pemilihan Kedang Ipil bukan sekadar teknis, tapi strategis.
Wilayah ini berada di pusat ancaman proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dan ekspansi perkebunan sawit.
“Seluruh kekuatan AMAN berkumpul untuk memperkuat strategi perjuangan kolektif,” ujarnya.
Realita Kekerasan dan Perampasan Wilayah
Rukka Sombolinggi, Sekjen AMAN, mengungkap data mengejutkan: 110 kasus kriminalisasi terhadap komunitas adat hanya dalam tiga bulan pertama 2025.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




