Sepanjang 2024, ada 121 kasus dan lebih dari 2,8 juta hektare wilayah adat dirampas.
Di Kalimantan Timur, dua anggota Masyarakat Adat Muara Kate jadi korban kekerasan saat memprotes aktivitas tambang—satu meninggal.
Komunitas Suku Balik diusir akibat proyek IKN, sementara di Paser, hutan mangrove Masyarakat Adat Rangan dikepras demi pembangunan stockpile batubara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemerintah justru mengesahkan proyek dan UU yang memperkuat watak militeristik, bukan perlindungan hak-hak Masyarakat Adat,” tegas Rukka, merujuk pada penetapan 77 PSN dan revisi UU TNI.
Masyarakat Adat : Dari Trauma Menuju Resiliensi
RAKERNAS menjadi ajang konsolidasi politik, spiritual, dan sejarah. “Resiliensi bukan sekadar bertahan, tapi bangkit dengan kesadaran penuh,” lanjut Rukka.
Ia menekankan bahwa Masyarakat Adat bukan anti-pembangunan, namun menolak model pembangunan yang menghilangkan tanah sebagai sumber identitas.
Akademisi FH UGM, Yance Arizona, menyebut Indonesia saat ini sedang menuju otoritarianisme, bukan demokratisasi.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




