RAKERNAS AMAN VIII, Masyarakat Adat Bangkit Melawan Pembangunan yang Merusak

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 17 April 2025 - 06:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Arkadeus Aku Suka Editor : Redaksi Dibaca 526 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembukaan Rakernas AMAN VIII di Kalimantan Timur

Pembukaan Rakernas AMAN VIII di Kalimantan Timur

Sepanjang 2024, ada 121 kasus dan lebih dari 2,8 juta hektare wilayah adat dirampas.

Di Kalimantan Timur, dua anggota Masyarakat Adat Muara Kate jadi korban kekerasan saat memprotes aktivitas tambang—satu meninggal.

Komunitas Suku Balik diusir akibat proyek IKN, sementara di Paser, hutan mangrove Masyarakat Adat Rangan dikepras demi pembangunan stockpile batubara.

“Pemerintah justru mengesahkan proyek dan UU yang memperkuat watak militeristik, bukan perlindungan hak-hak Masyarakat Adat,” tegas Rukka, merujuk pada penetapan 77 PSN dan revisi UU TNI.

Masyarakat Adat : Dari Trauma Menuju Resiliensi

RAKERNAS menjadi ajang konsolidasi politik, spiritual, dan sejarah. “Resiliensi bukan sekadar bertahan, tapi bangkit dengan kesadaran penuh,” lanjut Rukka.

Baca Juga :  Siklus Kekerasan di Papua Terus Berulang, Efektifkah Strategi Keamanan Pemerintah Prabowo

Ia menekankan bahwa Masyarakat Adat bukan anti-pembangunan, namun menolak model pembangunan yang menghilangkan tanah sebagai sumber identitas.

Akademisi FH UGM, Yance Arizona, menyebut Indonesia saat ini sedang menuju otoritarianisme, bukan demokratisasi.

Berita Terkait

Dr Karolus Karni Lando, Nilai Jokowi Perlu Dikritik, tapi Capaian Jangan Dihapus
Dari NTT untuk NTT, APS Kupang Buka Lapangan Kerja dan Bangun SDM Profesional
Gonzalo, Pergi Terlalu Cepat, Meninggalkan Cinta yang Begitu Dalam
Silaturahmi ke Kediaman Jokowi, Karolus Lando Sampaikan Ucapan Ultah untuk Iriana dan Gibran
Audit ISO 9001 dan MLC 2006 di Jakarta, Dr Karolus Ajak Putra-Putri NTT Berkarier di Kapal Pesiar
Melihat IKN dari Dekat: Dari Gagasan Besar Jokowi hingga Kota Masa Depan yang Mulai Terwujud
Posko Peduli Gempa Flores Malang Raya Salurkan Bantuan Sembako Kloter II untuk Mahasiswa Terdampak Gempa
Papua Tidak Butuh Lebih Banyak Korban Jiwa, Negara Harus Hadir Sebelum Rakyat Menjadi Korban
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 07:19 WITA

DPRD NTT Soroti Lambannya Pembangunan Huntara Korban Gempa Flores, Junaidin: Jangan Tunggu Hujan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:25 WITA

Kolaborasi Unipa dan Politani Kupang Dorong Hilirisasi Hortikultura-Nira Lontar di Sikka

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:47 WITA

Piala Gubernur Liga 4 ETMC XXXV Flores Timur Ditunda, Dijadwalkan Maret 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:28 WITA

JPU Bantah Pembelaan Terdakwa F.P.H. dalam Kasus Dugaan Penganiayaan di Flores Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:22 WITA

Camat Detukeli Soroti Infrastruktur Dasar, Minta Pemkab Ende Serius Benahi Jalan Antar-Kecamatan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Perempuan Lansia Jadi Korban Kekerasan, Komnas Perempuan Soroti Tuntutan 5 Bulan Penjara

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:13 WITA

Mengenang Gonzalo Gratianus Muga Sada, Sahabat Seperjuangan dan Saudara dalam Pengabdian

Kamis, 24 September 2026 - 17:51 WITA

Pengurus Kwarran Pramuka Ile Boleng 2026-2029 Dilantik, Wabup Flotim Tekankan Pengabdian

Berita Terbaru