Karena itu, regulasi yang memanusiakan manusia harus diperkuat agar siapa pun yang bekerja mendapatkan perlakuan adil dan bermartabat.
May Day memiliki akar sejarah yang panjang dan kuat dalam perjuangan buruh dunia. Dari sejarah itulah kita belajar bahwa hak-hak pekerja tidak pernah diberikan secara cuma-cuma, melainkan diperjuangkan melalui pengorbanan, persatuan, dan kesadaran kolektif.
Maka, May Day 2026 seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Ia harus menjadi pengingat bahwa kesejahteraan rakyat, keadilan upah, dan penghormatan terhadap martabat pekerja adalah fondasi utama bagi Indonesia yang benar-benar merdeka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




