May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026 - 20:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Philipus Oskar Api Oa Editor : Redaksi Dibaca 292 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Philipus Oskar Api Oa, Ketua Forum Pemuda NTT

Philipus Oskar Api Oa, Ketua Forum Pemuda NTT

Pemerintah perlu menyadari bahwa alarm May Day terus berbunyi setiap tanggal 1 Mei. Itu adalah tanda bahwa persoalan ketenagakerjaan, ketimpangan upah, dan lemahnya perlindungan pekerja belum sepenuhnya tuntas.

Selama suara itu masih terus terdengar, berarti masih ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan negara.

May Day juga mengingatkan kita pada pentingnya merekonstruksi kembali gagasan sosialisme Indonesia sebagaimana pernah dirintis dalam jalan politik Presiden Soekarno.

Sosialisme Indonesia bukan soal ideologi sempit, melainkan tentang keberpihakan kepada kaum kecil, pemerataan kesejahteraan, gotong royong ekonomi, dan negara yang hadir melindungi rakyatnya.

Ironisnya, hari ini semangat sosialisme lebih sering terdengar dari teriakan buruh dan mahasiswa di jalanan, sementara pemerintah maupun partai politik justru semakin jarang menyuarakan keadilan sosial secara nyata.

Baca Juga :  Tragedi Pendidikan di Ngada dan Tanggung Jawab Negara terhadap Anak Miskin

Padahal, cita-cita kemerdekaan Indonesia tidak bisa dipisahkan dari semangat memuliakan rakyat pekerja.

Kita juga harus menyadari bahwa persoalan upah tidak layak bukan hanya terjadi di pabrik-pabrik. Di luar sektor formal pun praktik serupa masih banyak ditemukan: pekerja rumah tangga, buruh harian, pekerja informal, hingga tenaga lepas yang dibayar jauh dari nilai kerja mereka.

Baca Juga :  Matinya Kepedulian Pemerintah terhadap Desa-Desa di Kabupaten Ende

Berita Terkait

Propinsi Kepulauan Flores, Ketika Negara Membiarkan Ketimpangan Menjadi Persoalan Menahun
Nikolaus Sanggu: Bangsa Indonesia yang dibangsatkan oleh Bangsanya Sendiri
Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana
Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati
Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir
Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?
Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan
Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:38 WITA

Nikolaus Sanggu: Bangsa Indonesia yang dibangsatkan oleh Bangsanya Sendiri

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:42 WITA

Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:36 WITA

Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:55 WITA

Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:42 WITA

Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:34 WITA

Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:24 WITA

Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:43 WITA

Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru