Gelar Kegiatan Kaderisasi Sinergoy, Ini Harapan Kampus Unika St. Paulus Ruteng

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 23 Januari 2025 - 11:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Selvianus Hadun Editor : Redaksi Dibaca 572 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta Kegiatan Kaderisasi Sinergoy Kampus UKI Ruteng (Foto ; Selvianus Hadun)

Peserta Kegiatan Kaderisasi Sinergoy Kampus UKI Ruteng (Foto ; Selvianus Hadun)

LIPUTANFLORES.COM|RUTENG, – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santo Paulus Ruteng menggelar kegiatan Kaderisasi Sinergoy kepada para mahasiswa, senin 20 Januari 2025 yang berlangsung di aula Novisiat SVD Komunitas Kuwus.

Kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 20 Januari – 9 Februari 2025 dengan melibatkan 30 mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi di Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santo Paulus Ruteng

Kegiatan tersebut bertujuan untuk membentuk kader yang berintegritas, resiliensi dan berkarakter dalam menghadapi tantangan zaman

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dr. Fransiskus Sawan dalam materinya menjelaskan konsep resiliensi, yaitu kemampuan untuk bertahan dan bangkit dari berbagai tantangan hidup.

Dr. Fransiskus dalam paparannya, ia menyebutkan beberapa faktor yang memengaruhi resiliensi, baik faktor internal seperti pola pikir positif, maupun faktor eksternal seperti dukungan komunitas.

Baca Juga :  Data Anak Tak Sekolah Rawan Bias, Pemkab Ende Gandeng Operator Desa untuk Validasi

“Resiliensi bukan sekadar bertahan, melainkan kemampuan untuk bangkit lebih kuat setelah menghadapi kesulitan,” Ungkap Dr. Fransiskus Sawan kepada liputanflores.com di lokasi kegiatan

Sesi kedua, peserta diajak menggali kisah hidup Rasul Paulus yang penuh perjuangan.

Materi ini, Dr. Fransiskus menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi Rasul Paulus, seperti penganiayaan fisik, kesulitan keuangan, penolakan, dan kelelahan selama perjalanan jauh dalam tugas kerasulan.

“Rasul Paulus menunjukkan bahwa dengan iman yang kuat, kita bisa mengatasi semua hambatan,” kata Dr. Fransiskus.

Dr. Frans menyoroti salah satu pengalaman Rasul Paulus yang nyaris tenggelam akibat kapal karam, namun tetap melanjutkan misinya menyebarkan Injil (Kis. 27).

Baca Juga :  Rumah Adat Poka di Longko, Simbol Perlawanan Budaya Manggarai dari Gempuran Modernisasi

Pada sesi ketiga, peserta diberikan strategi praktis untuk meningkatkan resiliensi diri dalam kehidupan sehari-hari.

Mereka diajak berdiskusi tentang tantangan yang sering dihadapi mahasiswa, seperti tekanan akademik dan kesulitan pribadi, serta cara mengatasinya.

Dr. Frans menjabarkan beberapa strategi yang disampaikan mencakup: Menjaga pola pikir positif, belajar dari kegagalan, Membangun dukungan dari komunitas.

Dan pada sesi keempat diisi dengan diskusi kelompok, di mana peserta merumuskan aksi nyata yang bisa mereka terapkan untuk membangun resiliensi.

Pada akhir sesi, setiap kelompok mempresentasikan rencana aksi mereka di depan peserta lainnya.

Hari pertama ditutup dengan refleksi dan pleno. Peserta juga berbagi pengalaman mereka selama sesi berlangsung.

Baca Juga :  Unika St. Paulus Ruteng Gelar Ujian Akhir Semester Ganjil

“Saya terinspirasi oleh Rasul Paulus. Ternyata, resiliensi tidak hanya soal bertahan, tetapi juga keberanian untuk terus melangkah maju,” ujar salah satu peserta, Adrianus Bima.

Kegiatan hari pertama menjadi awal yang kuat untuk membangun karakter peserta.

Kaderisasi Synergoi Paulus akan berlangsung hingga 9 Februari 2025, dengan berbagai tema yang berfokus pada spiritualitas, solidaritas, dan kepemimpinan Kristiani.

Menurut pihak penyelenggara, kegiatan ini dirancang untuk menghasilkan kader yang memiliki jiwa transformatif dan siap menjadi rekan kerja Allah.

“Kami berharap program ini dapat membentuk pribadi yang resilien, berintegritas, dan solider,” ujar Ketua Panitia dari Tim Wakil Rektor III Unika Santu Paulus Ruteng

Berita Terkait

Disorot Medsos, Bupati Lembata Tinjau Langsung Kondisi MIS Jihadul Akbar Tamalhaur
Kondisi SD MIS di Lembata Viral, Warganet Soroti Tanggung Jawab Pemda
Revitalisasi Aksara Lota, Langkah Nyata Pelestarian Budaya Ende Lio
Data Anak Tak Sekolah Rawan Bias, Pemkab Ende Gandeng Operator Desa untuk Validasi
Eks Kepala SMKN 1 Larantuka Tersangka Korupsi Dana BOS & Komite 2022
424 Kepala Sekolah di Kabupaten Ende Ikuti Program “Beyond The School Leader” untuk Tingkatkan Kepemimpinan Digital
Gelar Pelatihan Deep Learning, Hadirkan Pendamping dan Fasilitator Daerah
Pemkab Lembata dan Keuskupan Larantuka Sepakati Redistribusi Guru untuk Sekolah Swasta
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:11 WITA

Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur

Rabu, 1 April 2026 - 07:59 WITA

Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:02 WITA

Ketika Dapur Kupang Tercekik Gas, Alarm Keras Kemandirian Energi NTT

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:52 WITA

Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:59 WITA

Tragedi Pendidikan di Ngada dan Tanggung Jawab Negara terhadap Anak Miskin

Selasa, 23 Desember 2025 - 21:22 WITA

Natal, Nurani Sosial, dan Tanggung Jawab Kemanusiaan Menyongsong 2026

Selasa, 21 Oktober 2025 - 08:06 WITA

Ketika Ibu Melahirkan Tanpa Dokter Anestesi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Jumat, 17 Oktober 2025 - 12:52 WITA

Menimbang Ulang Ambisi Bapak Presiden Prabowo Terbitkan Perpres tentang Olah Sampah Jadi Energi

Berita Terbaru