MAUMERE – Suara rakyat Sikka kembali menggema di depan Kantor Bupati Sikka.
Di bawah terik matahari, Michael Mo’a Popi, orator Front Masyarakat Sikka Menggugat, berdiri tegak di atas mobil komando.
Ia menyuarakan keresahan warga atas krisis layanan kesehatan di RSUD TC Hillers Maumere akibat ketiadaan dokter anestesi yang telah menyebabkan korban jiwa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam orasinya, Mo’a Popi menegaskan bahwa pemerintah daerah gagal memenuhi hak konstitusional warga atas pelayanan kesehatan yang layak sebagaimana diatur dalam Pasal 28H ayat (1) UUD 1945 dan UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
“Ketika satu nyawa melayang hanya karena tidak ada dokter anestesi, itu bukan sekadar kelalaian teknis — itu bentuk kegagalan moral dan hukum pemerintah,” tegas Mo’a Popi.
Ketiadaan dokter anestesi bukan hanya masalah administratif, tapi telah menciptakan situasi darurat medis.
Warga miskin yang tidak mampu berobat ke luar daerah kini berada di ujung tanduk.
Rumah sakit terbesar di Kabupaten Sikka ini praktis lumpuh untuk tindakan operasi besar.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




