Perindo dan Kepemimpinan Nagekeo: Antara Dinamika Politik dan Komitmen Pembangunan

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 8 Maret 2025 - 12:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Arkadeus Aku Suka Editor : Redaksi Dibaca 1,114 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karolus Karni Lando, Wakil Koordinator Wilayah Partai Perindo Bali-Nusa Tenggara

Karolus Karni Lando, Wakil Koordinator Wilayah Partai Perindo Bali-Nusa Tenggara

“Realitas lapangan menunjukkan banyak kader kami justru memilih mendukung kader sendiri. Namun, hari ini, demi kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah, kita harus bersatu,” ujar Karni Lando.

Sikap ini memunculkan pertanyaan: apakah Perindo tengah mencoba menyesuaikan posisi demi tetap relevan dalam peta politik lokal? Dengan tiga kursi di DPRD Nagekeo, Perindo tentu memiliki daya tawar.

Baca Juga :  PMKRI Tolak Proyek Geotermal, Pemda Ende Bungkam

Dukungan terhadap kepemimpinan baru bisa jadi bukan sekadar tanggung jawab moral, melainkan strategi politik demi memastikan posisi yang menguntungkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kericuhan DPRD dan Makna di Baliknya

Tak bisa diabaikan, insiden di DPRD Nagekeo menjadi latar penting pernyataan ini. Kericuhan yang terjadi setelah pidato perdana Bupati Simplisius bukan sekadar “dinamika demokrasi” seperti yang dinarasikan oleh Karni Lando.

Baca Juga :  Letkol Inf Dwi Harry Wibowo Resmi Pimpin Kodim 1602/Ende, Disambut Adat di Kota Pancasila

Sumber di internal DPRD menyebutkan bahwa gesekan terjadi karena ketidaksepahaman dalam melihat arah kebijakan pemerintahan yang baru berjalan.

“Kami melihat ada indikasi tarik-menarik kepentingan di balik dukungan partai-partai tertentu terhadap pemerintahan sekarang. Perindo bukan satu-satunya yang mengalami dilema ini,” ungkap seorang anggota DPRD yang enggan disebut namanya.

Berita Terkait

Gempa Dangkal Guncang Flores Timur, Puluhan Rumah di Adonara Timur Rusak
Prosesi Bahari Tuan Meninu di Larantuka, Tradisi Sakral Jumat Agung yang Mendunia
Remaja Masjid di Larantuka Dirikan Posko Gratis untuk Peziarah Semana Santa, Wujud Toleransi Nyata
Wabup Flores Timur Buka Festival Pune Lewo di Ile Boleng, Dorong Pariwisata dan UMKM
Uskup Larantuka Angkat 3 Deken Wilayah 2026–2031, Perkuat Pelayanan Pastoral
Polemik Putusan PN Labuan Bajo: Dugaan Tanah Negara Disahkan Jadi Milik Pribadi di Golo Karangan
Pius Payong, Seniman Adonara yang Sulap Limbah Jadi Karya dan Dirikan Taman Baca Gratis
Majelis Hakim PN Labuan Bajo Disorot, Tanah Negara di Keranga Diduga Berubah Jadi Milik Perorangan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:11 WITA

Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur

Rabu, 1 April 2026 - 07:59 WITA

Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:02 WITA

Ketika Dapur Kupang Tercekik Gas, Alarm Keras Kemandirian Energi NTT

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:52 WITA

Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:59 WITA

Tragedi Pendidikan di Ngada dan Tanggung Jawab Negara terhadap Anak Miskin

Selasa, 23 Desember 2025 - 21:22 WITA

Natal, Nurani Sosial, dan Tanggung Jawab Kemanusiaan Menyongsong 2026

Selasa, 21 Oktober 2025 - 08:06 WITA

Ketika Ibu Melahirkan Tanpa Dokter Anestesi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Jumat, 17 Oktober 2025 - 12:52 WITA

Menimbang Ulang Ambisi Bapak Presiden Prabowo Terbitkan Perpres tentang Olah Sampah Jadi Energi

Berita Terbaru