Krisis Pertalite-Pertamax di Ende, Harga Eceran Meroket, GEB Desak Disperindag Turun Tangan

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 12 Agustus 2025 - 10:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Adrianus So Editor : Redaksi Dibaca 731 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bartolomeus Betu Ratu, Ketua Forum Gerakan Ende Baru (GEB)

Bartolomeus Betu Ratu, Ketua Forum Gerakan Ende Baru (GEB)

ENDE, – Krisis bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di Kabupaten Ende belum berakhir.

Sejak beberapa hari terakhir, antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat terlihat di tiga SPBU utama: SPBU Terminal Ndao, SPBU Jalan Prof. W. Z. Yohanes, dan SPBU Jalan Gatot Subroto.

Di luar SPBU, praktik penjualan BBM eceran justru makin marak. Harga meroket jauh di atas Harga Eceran Tetap (HET). Harga pertamax botolan setengah liter dijual Rp 20.000, sedangkan botol penuh mencapai Rp 35.000 hingga Rp 50.000 ini berlaku hingga ke pelosok dan ke kecamatan – kecamatan
Situasi ini memantik kritik tajam dari Ketua Gerakan Ende Bersatu (GEB), Bertolomeus Betu Rati.

Indikasi Permainan Harga

Bertolomeus, yang juga aktivis PMKRI Yogyakarta, menilai pelaku usaha kecil menengah memanfaatkan situasi kelangkaan beberapa hari ini untuk meraup keuntungan besar.

“Kami menduga ada pelaku usaha nakal yang menaikkan harga sepihak. Situasi ini tidak boleh dibiarkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Proyek Geothermal di Ende, Antara Kepentingan Nasional dan Suara Masyarakat

Ia menegaskan, harga di SPBU masih sesuai ketentuan, namun di tingkat pengecer kenaikannya ekstrem—dua kali lipat bahkan lebih.

Berita Terkait

HUT ke-81 RI di Ile Boleng, Semangat Kemerdekaan Didorong Jadi Energi Pembangunan
Lowonara dan Belle Berdamai, Upacara Adat Jadi Penanda Berakhirnya Konflik
TMI Ende Kukuhkan Korcam-Kordes Kota Baru, Serahkan Combine Harvester untuk Petani
Satlantas Polres Ende Gandeng Forum LLAJ, Petakan Titik Rawan Kecelakaan dan Siapkan Langkah Pencegahan
Riung Punya Jati Diri Sendiri, Yohanes Paulus Lendes Tolak Nama Festival Komodo Riung
Front Mahasiswa Flores Desak Polres Sikka Tuntaskan Kasus Dugaan Persetubuhan Anak yang Mandek Sejak 2022
Turnamen Bola Voli Antar RT Desa Sobo Dibuka, Jadi Momentum Pererat Persaudaraan pada HUT Ke-81 RI
Keuskupan Agung Ende Canangkan Muspas IX 2027, Umat Diajak Berjalan Bersama dalam Semangat Sinodalitas
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:36 WITA

Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:55 WITA

Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:34 WITA

Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:24 WITA

Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:43 WITA

Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis

Kamis, 30 April 2026 - 20:23 WITA

May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja

Selasa, 14 April 2026 - 13:11 WITA

Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur

Rabu, 1 April 2026 - 07:59 WITA

Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi

Berita Terbaru