Anggaran Pendidikan 2026 Naik Rp 757,8 Triliun, Benarkah Jawaban Sri Mulyani atas Kritik Publik ?

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 22 Agustus 2025 - 18:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Frederikus Kepitang Dokeng Editor : Redaksi Dibaca 583 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia/Foto ; Ist

Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia/Foto ; Ist

JAKARTA, – Pemerintah mengumumkan lonjakan anggaran pendidikan 2026 menjadi Rp 757,8 triliun—naik 9,8% dari outlook 2025 sebesar Rp 690 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut kenaikan ini sesuai amanat konstitusi yang mewajibkan alokasi 20% APBN untuk sektor pendidikan.

Namun, pertanyaan publik tetap sama, apakah tambahan ratusan triliun ini cukup menjawab masalah mendasar pendidikan di Indonesia—mulai dari gaji guru, fasilitas sekolah, hingga akses beasiswa?

Fokus Anggaran ; Siswa, Guru, dan Infrastruktur

Dari total Rp 757,8 triliun, alokasi terbesar Rp 301,2 triliun ditujukan bagi siswa dan mahasiswa. Termasuk di dalamnya program Makan Bergizi Gratis Rp 223 triliun untuk 82,9 juta penerima, serta KIP Kuliah Rp 17,2 triliun dan PIP Rp 15,5 triliun untuk jutaan pelajar. Beasiswa LPDP juga mendapat Rp 25 triliun.

Baca Juga :  Alarm Merah Bagi Ekonomi: Capt. Hakeng Soroti Dampak Konflik Iran-Israel

Di sisi tenaga pendidik, pemerintah menjanjikan Rp 274,7 triliun. Guru non-PNS akan menerima Tunjangan Profesi Rp 19,2 triliun untuk 754 ribu orang, sementara dosen non-PNS Rp 3,2 triliun.

Berita Terkait

Melihat IKN dari Dekat: Dari Gagasan Besar Jokowi hingga Kota Masa Depan yang Mulai Terwujud
Posko Peduli Gempa Flores Malang Raya Salurkan Bantuan Sembako Kloter II untuk Mahasiswa Terdampak Gempa
Papua Tidak Butuh Lebih Banyak Korban Jiwa, Negara Harus Hadir Sebelum Rakyat Menjadi Korban
KRQA-SQC Gelar Audit ISO, ISM Code dan MLC 2006 di PT Trans Yeong Maritime
Siklus Kekerasan di Papua Terus Berulang, Efektifkah Strategi Keamanan Pemerintah Prabowo
Tiga ASN dan CPNS Tewas Ditembak Saat Salurkan Bantuan di Jayawijaya, Dua Korban Berasal dari NTT
Terpilih Jadi Ketum PBNU, Gus Kikin Diharapkan Dorong Kemandirian Ekonomi Umat Berbasis Maritim
Siap Layani Masyarakat, PELNI Kerahkan 55 Kapal dan 751 Ribu Tiket untuk Angkutan Lebaran 2026
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 17:51 WITA

Pengurus Kwarran Pramuka Ile Boleng 2026-2029 Dilantik, Wabup Flotim Tekankan Pengabdian

Senin, 21 September 2026 - 18:19 WITA

Parlan Lamakraja Adukan Polemik Facebook ke Polres Flotim, Serahkan Bukti Elektronik

Rabu, 16 September 2026 - 22:58 WITA

BEM dan BLM Uniflor Ende Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia Korban Gempa di Mukusaki

Rabu, 16 September 2026 - 07:33 WITA

Pengadaan 700 Sapi Dipangkas Jadi 150 Ekor, PRIMA Flores Timur Ingatkan Risiko Hukum

Sabtu, 12 September 2026 - 19:09 WITA

Kementerian Kelautan dan Perikanan Survei Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Waka, Ende

Kamis, 10 September 2026 - 23:37 WITA

Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, 50 Personel Dikerahkan untuk Pengejaran

Kamis, 10 September 2026 - 16:09 WITA

Dana Gempa Flores Rp 200 Miliar Sudah Cair, Warga Pengungsian Masih Keluhkan Minimnya Bantuan Logistik

Kamis, 10 September 2026 - 12:00 WITA

Krisis Air Minum Ancam Sejumlah Wilayah di Sikka, DPRD Desak Bupati Segera Ambil Langkah Cepat

Berita Terbaru