Opini oleh ; Kepitang Dokeng, Warga Adonara (Wartawan Liputan Flores)
Di tengah dominasi pembangunan olahraga yang masih terpusat di Pulau Jawa, denyut sepak bola dari wilayah timur Indonesia tetap hidup—bahkan tumbuh dengan karakter yang khas. Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu daerah yang menunjukkan bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan identitas sosial dan harapan kolektif masyarakat.
Penyelenggaraan Piala Gubernur Liga 4 El Tari Memorial Cup (ETMC) 2026 di Kabupaten Flores Timur pada November mendatang menjadi momentum penting yang patut dicermati. Ajang ini tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang masa depan sepak bola daerah.
Bagi masyarakat NTT, ETMC bukan sekadar turnamen tahunan. Ia adalah tradisi yang telah mengakar, menjadi simbol persatuan antarwilayah, sekaligus panggung bagi lahirnya talenta-talenta muda. Transformasi ETMC ke dalam struktur Liga 4 Indonesia di bawah naungan PSSI memberi harapan baru: adanya jalur yang lebih jelas menuju profesionalisme.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe



