LIPUTANFLORES.COM|ENDE, – Tak ada yang menyangka ibadah Minggu di Gereja Santo Mikael Kotabaru berubah menjadi ruang refleksi sosial.
Kapolsek Maurole, Iptu Syaiban, dengan tegas membongkar ancaman yang kerap tersembunyi di balik relasi paling dekat, kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.
Di hadapan umat yang baru selesai misa, ia menyampaikan fakta mencengangkan—pelaku kekerasan seksual tak selalu orang asing, melainkan justru mereka yang dipercaya, orang dekat, keluarga, bahkan teman sebaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita tidak bisa lagi menutup mata. Kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan seringkali justru dilakukan oleh orang yang ada di sekitar kita,” tegas Iptu Syaiban, Minggu (4/5/2025).
Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam memberikan edukasi dini kepada anak-anak, terutama di usia remaja yang rawan menjadi korban maupun pelaku.
Salah satu cara efektif adalah dengan menanamkan nilai-nilai agama dan kontrol terhadap penggunaan media sosial.
“Anak-anak harus paham bagaimana menjaga diri. Jangan sampai mereka jadi korban karena ketidaktahuan dan kurangnya pengawasan dari kita,” imbuhnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




