Dana Transfer Daerah Turun, Senator AWK Desak Prabowo-Gibran Perbaiki RAPBN 2026

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 19 Agustus 2025 - 21:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Arkadeus Aku Suka Editor : Redaksi Dibaca 948 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senator AWK bersuara lantang pada saat Rapat Paripurna DPD RI dengan agenda Penyerahan RAPBN 2026,Selasa 19 Agustus 2025/Foto ; Screenshot FB AWK

Senator AWK bersuara lantang pada saat Rapat Paripurna DPD RI dengan agenda Penyerahan RAPBN 2026,Selasa 19 Agustus 2025/Foto ; Screenshot FB AWK

JAKARTA, – Dana transfer daerah kembali terpangkas dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Angelius Wake Kako (AWK), menilai kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu berpotensi memperlebar ketimpangan fiskal pusat-daerah.

AWK menyampaikan kritik tersebut dalam Rapat Paripurna DPD RI, Selasa, 19 Agustus 2025, saat pimpinan DPD menyerahkan RAPBN 2026 kepada Komite IV.

Ia mengungkapkan, meski APBN meningkat lebih dari 100 persen dalam sepuluh tahun terakhir, alokasi transfer ke daerah justru menurun drastis.

“Pada tahun 2016, APBN hanya Rp 1.864 triliun. Kini naik menjadi Rp 3.787 triliun. Tapi dana transfer daerah turun dari Rp 864 triliun pada 2025 menjadi Rp 650 triliun, hanya 17,6 persen dari total APBN,” kata senator asal NTT itu.

Baca Juga :  PMKRI Ende Resmi Laporkan Dugaan Korupsi ke KPK, Mabes Polri, dan Kejaksaan Agung

AWK menegaskan, persentase ini adalah yang terendah sepanjang sejarah Indonesia. Padahal sebelumnya, transfer daerah sempat mencapai 38–40 persen dari APBN.

Berita Terkait

Gonzalo, Pergi Terlalu Cepat, Meninggalkan Cinta yang Begitu Dalam
Silaturahmi ke Kediaman Jokowi, Karolus Lando Sampaikan Ucapan Ultah untuk Iriana dan Gibran
Audit ISO 9001 dan MLC 2006 di Jakarta, Dr Karolus Ajak Putra-Putri NTT Berkarier di Kapal Pesiar
Melihat IKN dari Dekat: Dari Gagasan Besar Jokowi hingga Kota Masa Depan yang Mulai Terwujud
Posko Peduli Gempa Flores Malang Raya Salurkan Bantuan Sembako Kloter II untuk Mahasiswa Terdampak Gempa
Papua Tidak Butuh Lebih Banyak Korban Jiwa, Negara Harus Hadir Sebelum Rakyat Menjadi Korban
KRQA-SQC Gelar Audit ISO, ISM Code dan MLC 2006 di PT Trans Yeong Maritime
Siklus Kekerasan di Papua Terus Berulang, Efektifkah Strategi Keamanan Pemerintah Prabowo
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:45 WITA

Gonzalo, Pergi Terlalu Cepat, Meninggalkan Cinta yang Begitu Dalam

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:14 WITA

Silaturahmi ke Kediaman Jokowi, Karolus Lando Sampaikan Ucapan Ultah untuk Iriana dan Gibran

Sabtu, 19 September 2026 - 18:08 WITA

Melihat IKN dari Dekat: Dari Gagasan Besar Jokowi hingga Kota Masa Depan yang Mulai Terwujud

Kamis, 17 September 2026 - 13:27 WITA

Posko Peduli Gempa Flores Malang Raya Salurkan Bantuan Sembako Kloter II untuk Mahasiswa Terdampak Gempa

Minggu, 13 September 2026 - 07:09 WITA

Papua Tidak Butuh Lebih Banyak Korban Jiwa, Negara Harus Hadir Sebelum Rakyat Menjadi Korban

Jumat, 11 September 2026 - 08:40 WITA

KRQA-SQC Gelar Audit ISO, ISM Code dan MLC 2006 di PT Trans Yeong Maritime

Kamis, 10 September 2026 - 23:25 WITA

Siklus Kekerasan di Papua Terus Berulang, Efektifkah Strategi Keamanan Pemerintah Prabowo

Kamis, 10 September 2026 - 14:43 WITA

Tiga ASN dan CPNS Tewas Ditembak Saat Salurkan Bantuan di Jayawijaya, Dua Korban Berasal dari NTT

Berita Terbaru