Selain itu, kapasitas baterai dan daya tampung kendaraan listrik harus diperhatikan, karena ketidaksiapan kendaraan tersebut dapat membebani pelabuhan dan memperburuk kemacetan, terutama jika mobil listrik membutuhkan waktu pengisian yang lama.
Alternatif solutif berupa stasiun pengisian diatas kapal juga penting untuk digagas kedepannya,” papar Capt. Marcellus Hakeng.
Diingatkan juga olehnya bahwa penting bagi pemerintah dan pihak terkait untuk mempersiapkan kebijakan yang matang mengenai penggunaan mobil listrik dalam konteks transportasi mudik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jika infrastruktur pengisian daya belum memadai atau jika penggunaan mobil listrik berisiko menyebabkan penundaan keberangkatan kapal, sebaiknya penggunaannya dibatasi selama arus mudik 2025.
Awak kapal juga harus memiliki kompetensi yang jelas mengenai bagaimana memperlakukan mobil listrik. Misal bagaimana cara pemadaman serta alat pemadam apa yang paling efektif untuk kebakaran yang ditimbulkan oleh jenis mobil ini, ilmu ini penting dikuasai awak kapal



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




