Beban biaya yang mencapai lebih dari satu juta rupiah per tahun jelas tidak proporsional bagi keluarga miskin, terlebih bagi anak yatim. Ketika sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman justru memunculkan tekanan ekonomi dan psikologis, maka tujuan pendidikan sebagai sarana pembebasan patut dipertanyakan.
Persoalan Data dan Absennya Perlindungan Sosial
Persoalan lain yang mencuat adalah tidak optimalnya sistem perlindungan sosial negara. Alasan administratif yang membuat keluarga korban tidak menerima bantuan sosial menunjukkan masih lemahnya integrasi data kependudukan dan kesejahteraan sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Negara tidak boleh berhenti pada pendekatan administratif semata. Kebijakan sosial harus berangkat dari prinsip kemanusiaan, terutama ketika menyangkut hak dasar anak atas pendidikan dan kehidupan yang layak. Keterlambatan dan kekakuan birokrasi dalam memutakhirkan data berpotensi menyingkirkan mereka yang paling membutuhkan bantuan.
Refleksi bagi Pemerintah dan Lembaga Sosial
Sebagai daerah dengan basis komunitas keagamaan yang kuat, tragedi ini juga menjadi refleksi bersama bagi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan institusi keagamaan. Kehadiran negara dan masyarakat sipil seharusnya tidak berhenti pada pembangunan fisik dan kegiatan seremonial, melainkan menyentuh realitas hidup warga di akar rumput.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




