Tragedi Pendidikan di Ngada dan Tanggung Jawab Negara terhadap Anak Miskin

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Christiano Elfrado Keytimu Editor : Redaksi Dibaca 323 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Christiano Elfrado Keytimu
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nusa Nipa – Ketua Komisariat Nusa Nipa PMKRI Cabang Maumere

Christiano Elfrado Keytimu Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nusa Nipa – Ketua Komisariat Nusa Nipa PMKRI Cabang Maumere

Anak-anak dari keluarga miskin membutuhkan pendampingan nyata, bukan sekadar regulasi di atas kertas. Sensitivitas sosial dan mekanisme deteksi dini terhadap kerentanan ekonomi keluarga menjadi kebutuhan mendesak.

Sikap PMKRI Komisariat Nusa Nipa

Menyikapi peristiwa ini, PMKRI Komisariat Nusa Nipa menyampaikan beberapa sikap:

Mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan uang komite di sekolah negeri agar tidak membebani keluarga miskin.

Mendesak perbaikan dan pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) secara lintas daerah.

Mengajak seluruh kader PMKRI dan elemen masyarakat sipil untuk meningkatkan advokasi terhadap isu kemiskinan dan hak anak.

Menolak segala bentuk pungutan pendidikan yang berpotensi menghambat akses anak dari keluarga tidak mampu.

Baca Juga :  PMKRI Ende Desak Pemkab Segera Bayar Tunjangan Guru

Tragedi di Ngada ini seharusnya menjadi momentum bagi negara untuk meninjau kembali praktik-praktik pendidikan yang masih menyisakan ketimpangan. Pendidikan tidak boleh menjadi sumber kecemasan bagi anak-anak miskin, melainkan jalan menuju masa depan yang lebih adil dan manusiawi.

Berita Terkait

Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana
Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati
Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir
Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?
Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan
Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT
Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis
May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:26 WITA

Dari NTT untuk NTT, APS Kupang Buka Lapangan Kerja dan Bangun SDM Profesional

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:14 WITA

Silaturahmi ke Kediaman Jokowi, Karolus Lando Sampaikan Ucapan Ultah untuk Iriana dan Gibran

Senin, 28 September 2026 - 21:44 WITA

Audit ISO 9001 dan MLC 2006 di Jakarta, Dr Karolus Ajak Putra-Putri NTT Berkarier di Kapal Pesiar

Sabtu, 19 September 2026 - 18:08 WITA

Melihat IKN dari Dekat: Dari Gagasan Besar Jokowi hingga Kota Masa Depan yang Mulai Terwujud

Kamis, 17 September 2026 - 13:27 WITA

Posko Peduli Gempa Flores Malang Raya Salurkan Bantuan Sembako Kloter II untuk Mahasiswa Terdampak Gempa

Minggu, 13 September 2026 - 07:09 WITA

Papua Tidak Butuh Lebih Banyak Korban Jiwa, Negara Harus Hadir Sebelum Rakyat Menjadi Korban

Jumat, 11 September 2026 - 08:40 WITA

KRQA-SQC Gelar Audit ISO, ISM Code dan MLC 2006 di PT Trans Yeong Maritime

Kamis, 10 September 2026 - 23:25 WITA

Siklus Kekerasan di Papua Terus Berulang, Efektifkah Strategi Keamanan Pemerintah Prabowo

Berita Terbaru