Honor BA dan PMO Belum Dibayar Sejak Oktober, Blasius Rinda Desak Kemenkop Bertanggung Jawab atas Mandeknya Hak Tenaga Lapangan KDMP di NTT

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 21 November 2025 - 10:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Tim Editor : Redaksi Dibaca 646 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blasius Ausgarius Rinda Tokoh muda NTT

Blasius Ausgarius Rinda Tokoh muda NTT

KUPANG, – Keterlambatan pembayaran honor Business Assistant (BA) dan Project Manager Officer (PMO) di bawah program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP) kembali menjadi sorotan.

Sejak mulai bertugas pada Oktober 2025, para BA dan PMO di seluruh Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku belum menerima hak mereka. Padahal, mereka bekerja penuh sebagai ujung tombak implementasi KDMP di tingkat desa, memastikan setiap program berjalan sesuai arahan pemerintah pusat.

Baca Juga :  Apresiasi Langsung kepada Kapolres Ende atas Dukungan dan Restu Kejuaraan

Kondisi ini menuai kritik tajam dari tokoh muda NTT, Blasius Ausgarius Rinda, yang menilai bahwa persoalan keterlambatan pembayaran honor menunjukkan lemahnya manajemen Kementerian Koperasi dan UKM bersama Dinas Koperasi NTT sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Blasius, BA dan PMO bukan sekadar tenaga teknis biasa, tetapi pilar pelaksana program strategis Presiden Prabowo Subianto di sektor pemberdayaan ekonomi desa.

Baca Juga :  Ruas Jalan Trans Utara Flores, Di Enabara Maurole Terancam Ambruk

“Bagaimana mungkin program strategis nasional dijalankan dengan serius, kalau ujung tombaknya tidak digaji sejak Oktober? Ini bukan hanya masalah administratif, tapi masalah komitmen negara kepada rakyat yang bekerja untuk negara,” tegas Blasius ketika dikonfirmasi media ini kamis 20 November 2025 melalui sambungan telepon

Berita Terkait

Gempa Dangkal Guncang Flores Timur, Puluhan Rumah di Adonara Timur Rusak
Prosesi Bahari Tuan Meninu di Larantuka, Tradisi Sakral Jumat Agung yang Mendunia
Remaja Masjid di Larantuka Dirikan Posko Gratis untuk Peziarah Semana Santa, Wujud Toleransi Nyata
Wabup Flores Timur Buka Festival Pune Lewo di Ile Boleng, Dorong Pariwisata dan UMKM
Uskup Larantuka Angkat 3 Deken Wilayah 2026–2031, Perkuat Pelayanan Pastoral
Polemik Putusan PN Labuan Bajo: Dugaan Tanah Negara Disahkan Jadi Milik Pribadi di Golo Karangan
Pius Payong, Seniman Adonara yang Sulap Limbah Jadi Karya dan Dirikan Taman Baca Gratis
Majelis Hakim PN Labuan Bajo Disorot, Tanah Negara di Keranga Diduga Berubah Jadi Milik Perorangan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:11 WITA

Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur

Rabu, 1 April 2026 - 07:59 WITA

Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:02 WITA

Ketika Dapur Kupang Tercekik Gas, Alarm Keras Kemandirian Energi NTT

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:52 WITA

Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:59 WITA

Tragedi Pendidikan di Ngada dan Tanggung Jawab Negara terhadap Anak Miskin

Selasa, 23 Desember 2025 - 21:22 WITA

Natal, Nurani Sosial, dan Tanggung Jawab Kemanusiaan Menyongsong 2026

Selasa, 21 Oktober 2025 - 08:06 WITA

Ketika Ibu Melahirkan Tanpa Dokter Anestesi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Jumat, 17 Oktober 2025 - 12:52 WITA

Menimbang Ulang Ambisi Bapak Presiden Prabowo Terbitkan Perpres tentang Olah Sampah Jadi Energi

Berita Terbaru