Milenial Adonara Rajut Tradisi Lewat Tenun Ikat

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 22 Oktober 2025 - 14:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Frederikus Kepitang Dokeng Editor : Redaksi Dibaca 565 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak - anak Adonara Bangga Pakai kain tenun Lamaholot

Anak - anak Adonara Bangga Pakai kain tenun Lamaholot

FLOTIM, – Di tengah derasnya arus modernisasi, sekelompok anak muda di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memilih menenun masa depan mereka dari benang-benang tradisi.

Mereka berkumpul di sebuah rumah sederhana di Desa Gayak, Kecamatan Ile Boleng tempat yang kini dikenal dengan nama Rumah Tenun Milenial Adonara.

Baca Juga :  Wabup Flores Timur Tetapkan Status Gempa Beralih ke Masa Transisi Pemulihan

Di rumah itu, suara kayu gedogan berpadu dengan tawa anak muda. Di bawah bimbingan Mariana Tuto Demon, atau yang akrab disapa Ria Atasoge, generasi milenial Adonara belajar bukan hanya cara menenun, tetapi juga cara menjaga jati diri budaya Lamaholot agar tidak pudar.

“Melalui Rumah Tenun Milenial, kami ingin membuktikan bahwa budaya menenun di Adonara tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Mariana, pendiri rumah tenun tersebut, , Selasa (15/10).

Ia menuturkan, kegiatan di rumah tenun tidak sekadar menghasilkan kain. Di sana, anak-anak muda belajar memintal benang, mengikat motif, hingga mewarnai kain menggunakan bahan alami seperti daun tarum, kulit kayu, dan akar mengkudu.

Baca Juga :  Perempuan Lansia Jadi Korban Kekerasan, Komnas Perempuan Soroti Tuntutan 5 Bulan Penjara

Berita Terkait

Dukung 100 Hari Program Kapolri Baru; Brimob Ende Giat Jumat dan Subuh Keliling
Pol PP Buru Mafia Minyak Tanah Bersubsidi di Ende; Jual Tidak Sesuai HET
Terdakwa Penganiayaan Lansia di Flores Timur Divonis 7 Bulan Penjara, Korban Puas
DPRD NTT Soroti Lambannya Pembangunan Huntara Korban Gempa Flores, Junaidin: Jangan Tunggu Hujan
Kolaborasi Unipa dan Politani Kupang Dorong Hilirisasi Hortikultura-Nira Lontar di Sikka
PSSI NTT Buka Suara soal Penundaan ETMC XXXV 2026, Christian MBoeik: Siap Jika Digugat
Piala Gubernur Liga 4 ETMC XXXV Flores Timur Ditunda, Dijadwalkan Maret 2027
JPU Bantah Pembelaan Terdakwa F.P.H. dalam Kasus Dugaan Penganiayaan di Flores Timur
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:38 WITA

Nikolaus Sanggu: Bangsa Indonesia yang dibangsatkan oleh Bangsanya Sendiri

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:42 WITA

Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:36 WITA

Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:55 WITA

Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:42 WITA

Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:34 WITA

Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:24 WITA

Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:43 WITA

Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru