Dampaknya langsung dirasakan masyarakat di sekitar gunung. Abu vulkanik dapat menutupi rumah, jalan, lahan pertanian, dan sumber air, serta menimbulkan gangguan kesehatan seperti iritasi mata, batuk, dan gangguan pernapasan. Aktivitas pertanian dan perkebunan juga dapat terganggu karena tanaman tertutup abu, sementara warga di zona rawan harus membatasi kegiatan atau bahkan bersiap untuk dievakuasi apabila aktivitas gunung terus meningkat.
Selain itu, erupsi dapat mengganggu transportasi, kegiatan sekolah, perdagangan, pekerjaan sehari-hari, serta perekonomian masyarakat lokal. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, menggunakan perlindungan terhadap abu vulkanik, dan mematuhi zona keselamatan serta arahan resmi dari pemerintah.
4. Gunung Semeru — Jawa Timur, Agustus–September 2026
Di Jawa Timur, Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa, juga terus menunjukkan aktivitas vulkanik. Semeru termasuk enam gunung api Indonesia yang tercatat mengalami erupsi pada 31 Agustus 2026. Bahkan pada 6 September, Semeru kembali dilaporkan erupsi dan mengeluarkan abu sekitar satu kilometer di atas puncaknya.
Bagi masyarakat di sekitar Lumajang dan Malang, aktivitas Semeru bukan sekadar pemandangan gunung mengeluarkan abu. Ancaman dapat berupa hujan abu, guguran material, awan panas, serta lahar yang mengikuti aliran sungai berhulu di Semeru.
Abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan, mengotori rumah dan sumber air, menutupi lahan pertanian serta mengurangi jarak pandang. Kegiatan sekolah, perdagangan, transportasi, pertanian dan pariwisata juga dapat terkena dampaknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




