6. Gunung Lewotobi Laki-laki — Flores Timur, 27 Agustus 2026
Saudara-saudara kita di Flores Timur hingga kini masih harus hidup berdampingan dengan ancaman Gunung Lewotobi Laki-laki. Pada 27 Agustus 2026, gunung ini kembali mengalami erupsi dengan kolom abu mencapai sekitar 2.500 meter di atas puncak.
Dampaknya sangat nyata bagi masyarakat. Abu vulkanik dapat menutupi rumah, jalan, kebun, tanaman, sumber air, dan fasilitas umum, serta menimbulkan gangguan kesehatan seperti iritasi mata dan saluran pernapasan. Aktivitas pertanian, sekolah, perdagangan, transportasi, dan kehidupan sehari-hari ikut terganggu. Bagi sebagian warga, dampaknya bahkan jauh lebih berat karena mereka harus meninggalkan kampung halaman dan hidup dalam hunian sementara (huntara) untuk waktu yang panjang.
Persoalan yang masih dirasakan masyarakat adalah masa depan relokasi dan hunian tetap. Pemerintah sebenarnya telah menetapkan sejumlah desa yang perlu direlokasi dan beberapa lokasi calon hunian tetap juga telah dipersiapkan. Namun prosesnya menghadapi berbagai kendala, termasuk kesiapan lahan, status kawasan, persoalan tanah ulayat, serta pembangunan hunian tetap. Pada Juli 2026, BNPB masih berdialog langsung dengan warga di Huntara Konga untuk mendengar keluhan dan mempercepat solusi pemulihan jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




