Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Karolus Karni Lando Editor : Redaksi Dibaca 32 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA

Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA

Belajar Dari Nabi Yusuf

Kisah Nabi Yusuf tentang menyimpan hasil panen selama tujuh tahun masa kelimpahan untuk menghadapi tujuh tahun kelaparan merupakan prinsip manajemen risiko yang sangat relevan. Pesannya sederhana: ketika keadaan sedang baik, kita harus mempersiapkan diri menghadapi keadaan yang buruk.

Prinsip tersebut seharusnya diterapkan pada tiga tingkatan:

1. Setiap keluarga mempunyai cadangan pangan darurat.
2. Setiap desa mempunyai lumbung pangan bersama.
3. Pemerintah kabupaten dan provinsi mempunyai gudang penyangga di lokasi strategis.

Cadangan pangan keluarga tidak harus selalu berupa beras. Flores memiliki berbagai pangan lokal yang dapat disimpan atau diolah, seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar, sorgum, kacang-kacangan, pisang, ikan kering, dan hasil kebun lainnya.

Baca Juga :  Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan

Kebun keluarga dengan ubi, pisang, jagung, kelor, kacang-kacangan, dan tanaman pangan lokal perlu dipertahankan. Akan lebih baik apabila sebagian tanaman pangan ditanam di pekarangan atau lahan yang relatif dekat dengan rumah. Jika seluruh kebun berada beberapa kilometer dari permukiman, masyarakat akan kesulitan mengambil hasilnya ketika jalan rusak atau terjadi longsor.

Baca Juga :  Ganjar Pranowo Kunjungi Warga Terdampak Gempa di Dhawe, Bawa Bantuan dan Tim Medis

Berita Terkait

Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati
Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir
Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?
Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan
Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT
Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis
May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja
Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:58 WITA

Akses Jalan Pascagempa di Ndona Kembali Terbuka, Polres Ende Gerak Cepat Bantu Warga

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:46 WITA

Ganjar Pranowo Kunjungi Warga Terdampak Gempa di Dhawe, Bawa Bantuan dan Tim Medis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:21 WITA

Pasca Gempa, Warga Ulu Pulu 1 Mengaku Belum Terima Bantuan: “Pak Presiden Prabowo, Jangan Lupa Kami”

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:58 WITA

HUT ke-81 RI di Ile Boleng, Semangat Kemerdekaan Didorong Jadi Energi Pembangunan

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:15 WITA

TMI Ende Kukuhkan Korcam-Kordes Kota Baru, Serahkan Combine Harvester untuk Petani

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:00 WITA

Satlantas Polres Ende Gandeng Forum LLAJ, Petakan Titik Rawan Kecelakaan dan Siapkan Langkah Pencegahan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:45 WITA

Riung Punya Jati Diri Sendiri, Yohanes Paulus Lendes Tolak Nama Festival Komodo Riung

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:51 WITA

Front Mahasiswa Flores Desak Polres Sikka Tuntaskan Kasus Dugaan Persetubuhan Anak yang Mandek Sejak 2022

Berita Terbaru