Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Karolus Karni Lando Editor : Redaksi Dibaca 28 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA

Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA

Data BPS menunjukkan sekitar 51,13% penduduk bekerja di Provinsi Nusa Tenggara Timur berada dalam sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Angka tersebut diatas merupakan data seluruh NTT, belum khusus Pulau Flores. Sektor ini juga mencakup perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan, bukan hanya pertanian tanaman pangan. Saya memperkirakan banyak keluarga tidak lagi mempunyai persediaan beras, jagung, atau ubi dari hasil pertanian mereka sendiri. Mereka membeli tanaman pangan dari luar Propinsi.

Baca Juga :  Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati

Menjadi Pekerja Pertanian Belum Tentu Mempunyai Cadangan Pangan

Masyarakat yang tercatat bekerja dalam sektor pertanian belum tentu menanam tanaman pangan. Ada yang menanam kopi, kakao, kemiri, cengkeh, kelapa, atau jambu mete. Ada pula yang bekerja sebagai peternak, nelayan, buruh tani, dan pekerja kehutanan.

Sebagian petani langsung menjual hasil panen untuk membayar biaya sekolah, kesehatan, listrik, kebutuhan rumah tangga, dan cicilan. Akibatnya, meskipun bekerja sebagai petani, mereka belum tentu mempunyai cadangan pangan yang cukup untuk menghadapi keadaan darurat.
Hal ini menunjukkan bahwa Flores tidak hanya membutuhkan peningkatan jumlah petani, tetapi juga perlu mendorong lebih banyak keluarga untuk menanam tanaman pangan dan menyimpan sebagian hasil panennya sebagai cadangan.

Baca Juga :  Menimbang Ulang Ambisi Bapak Presiden Prabowo Terbitkan Perpres tentang Olah Sampah Jadi Energi

Berita Terkait

Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati
Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir
Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?
Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan
Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT
Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis
May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja
Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:58 WITA

Akses Jalan Pascagempa di Ndona Kembali Terbuka, Polres Ende Gerak Cepat Bantu Warga

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:46 WITA

Ganjar Pranowo Kunjungi Warga Terdampak Gempa di Dhawe, Bawa Bantuan dan Tim Medis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:21 WITA

Pasca Gempa, Warga Ulu Pulu 1 Mengaku Belum Terima Bantuan: “Pak Presiden Prabowo, Jangan Lupa Kami”

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:58 WITA

HUT ke-81 RI di Ile Boleng, Semangat Kemerdekaan Didorong Jadi Energi Pembangunan

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:15 WITA

TMI Ende Kukuhkan Korcam-Kordes Kota Baru, Serahkan Combine Harvester untuk Petani

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:00 WITA

Satlantas Polres Ende Gandeng Forum LLAJ, Petakan Titik Rawan Kecelakaan dan Siapkan Langkah Pencegahan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:45 WITA

Riung Punya Jati Diri Sendiri, Yohanes Paulus Lendes Tolak Nama Festival Komodo Riung

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:51 WITA

Front Mahasiswa Flores Desak Polres Sikka Tuntaskan Kasus Dugaan Persetubuhan Anak yang Mandek Sejak 2022

Berita Terbaru