Kesembilan kabupaten tersebut membentuk kawasan dengan potensi ekonomi yang saling melengkapi.
Namun, potensi ekonomi tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah berkembangnya pariwisata Labuan Bajo, misalnya, pemerintah tetap harus menjawab persoalan konektivitas, kualitas infrastruktur, akses pendidikan, kesehatan, dan pemerataan manfaat ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Demikian pula di kabupaten lainnya. Kekayaan sumber daya alam tidak otomatis menjamin tersedianya infrastruktur yang memadai dan kesempatan ekonomi yang merata.
Di sinilah persoalan keadilan pembangunan harus dibicarakan secara serius.
Pertanyaannya bukan sekadar berapa besar pendapatan yang dihasilkan suatu kawasan, melainkan bagaimana manfaat pembangunan didistribusikan kepada masyarakat.
Pemerintah perlu memastikan bahwa wilayah yang memiliki kontribusi ekonomi besar tidak terpisah dari tanggung jawab pembangunan wilayah lain yang mempunyai keterbatasan fiskal.
Pembentukan provinsi baru dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat koordinasi pembangunan regional. Namun, efektivitasnya harus diukur melalui proyeksi penerimaan, kebutuhan belanja, dan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




