Dalam konteks tersebut, Mbay patut masuk dalam kajian serius sebagai alternatif lokasi ibu kota Provinsi Kepulauan Flores.
Kawasan Dataran Mbay mempunyai potensi pengembangan ruang perkotaan yang dapat dikaji untuk pembangunan pusat pemerintahan baru. Lokasinya di wilayah tengah Flores juga memberikan alasan untuk meneliti aspek pemerataan aksesibilitas.
Namun, klaim mengenai ketersediaan 2.000 hektare lahan negara, keamanan dari bencana, kecukupan sumber air, serta sejarah perencanaan administrasi kolonial perlu dibuktikan melalui dokumen resmi dan kajian teknis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jangan sampai perjuangan pembentukan provinsi justru dibangun di atas klaim yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Penentuan ibu kota harus menggunakan parameter yang terukur, antara lain:
– Ketersediaan dan status hukum lahan.
– Kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah.
– Aksesibilitas dari sembilan kabupaten.
– Ketersediaan air baku dan energi.
– Kesiapan infrastruktur transportasi.
– Risiko gempa bumi, tsunami, banjir, dan bencana geologi.
– Biaya pembangunan pusat pemerintahan.
– Dampak lingkungan dan sosial.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




