Ulasan Lonn Segi Tak Sepanjang Gelarnya

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Ryan Laka Editor : Redaksi Dibaca 142 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marianus Yuardianus Laka, Alumni Uniflor

Marianus Yuardianus Laka, Alumni Uniflor

Sanggahan Terhadap Narasi “Kebaikan Bersama” dalam Penataan Pantai Ndao

Oleh: Rian Laka Alumni Unflor

Membaca opini Lon Segi, S.Pd., M.Pd. yang mencoba menjustifikasi kebijakan penertiban Pantai Ndao dengan jubah “Kebaikan Bersama”, kita seolah sedang melihat sebuah parade intelektual yang megah di permukaan namun keropos di fondasi.

Gelar akademis yang berderet panjang seharusnya berbanding lurus dengan ketajaman analisis sosiologis dan empati kemanusiaan. Sayangnya, ulasan saudara Lon Segi dalam perkara Ndao justru nampak kerdil, terjebak dalam diksi-diksi normatif yang jauh dari realitas perut rakyat.

Kekeliruan Fundamental : Kebaikan Bersama atau Eksploitasi Moral?

Saudara Lon Segi berargumen bahwa tidak ada yang salah dengan narasi “Kebaikan Bersama”. Secara teoretis, Bonum Commune adalah cita-cita luhur. Namun, dalam praktik kebijakan di Ndao, narasi ini berubah menjadi Tirani Mayoritas.

Baca Juga :  Ketika Ibu Melahirkan Tanpa Dokter Anestesi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Kebaikan bersama tidak boleh dicapai dengan cara menumbalkan hak hidup kelompok kecil. Jika “kebaikan” yang dimaksud adalah pantai yang bersih demi kepuasan mata pelancong namun harus mematikan piring nasi 100 jiwa pedagang lokal, maka itu bukan kebaikan bersama. Itu adalah Eksploitasi Moral.

Berita Terkait

Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi
Ketika Dapur Kupang Tercekik Gas, Alarm Keras Kemandirian Energi NTT
Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”
Tragedi Pendidikan di Ngada dan Tanggung Jawab Negara terhadap Anak Miskin
Natal, Nurani Sosial, dan Tanggung Jawab Kemanusiaan Menyongsong 2026
Ketika Ibu Melahirkan Tanpa Dokter Anestesi, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Menimbang Ulang Ambisi Bapak Presiden Prabowo Terbitkan Perpres tentang Olah Sampah Jadi Energi
Matinya Kepedulian Pemerintah terhadap Desa-Desa di Kabupaten Ende
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:43 WITA

Wabup Flores Timur Buka Festival Pune Lewo di Ile Boleng, Dorong Pariwisata dan UMKM

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:35 WITA

Uskup Larantuka Angkat 3 Deken Wilayah 2026–2031, Perkuat Pelayanan Pastoral

Kamis, 19 Maret 2026 - 11:39 WITA

Polemik Putusan PN Labuan Bajo: Dugaan Tanah Negara Disahkan Jadi Milik Pribadi di Golo Karangan

Selasa, 17 Maret 2026 - 11:14 WITA

Majelis Hakim PN Labuan Bajo Disorot, Tanah Negara di Keranga Diduga Berubah Jadi Milik Perorangan

Minggu, 15 Maret 2026 - 12:19 WITA

Puluhan Desa di Ende Terisolir Akibat Longsor di Ruas Jalan Nangaba–Maukaro, Djolan Rinda Desak Pemkab Segera Bertindak

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:53 WITA

IGI Flores Timur Kecam Kekerasan Orang Tua Siswa terhadap Guru di SDN Kampung Baru Larantuka

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:16 WITA

Putusan MA Menang, Tapi Administrasi Tersendat: Dugaan Oknum BPN Persulit Pengurusan Tanah Mencuat

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:48 WITA

Bentrok Warga di Adonara Flores Timur: 10 Rumah di Desa Bele Dibakar Akibat Sengketa Tanah

Berita Terbaru

Marianus Yuardianus Laka, Alumni Uniflor

Opini

Ulasan Lonn Segi Tak Sepanjang Gelarnya

Selasa, 31 Mar 2026 - 23:23 WITA