Pilihan tersebut juga sejalan dengan prinsip Just Energy Transition yang kini menjadi
arah kebijakan global. Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), OECD, dan berbagai forum G20 menegaskan bahwa transisi energi harus menghormati hak asasi manusia, melibatkan masyarakat terdampak secara bermakna, melindungi keanekaragaman hayati, serta memastikan manfaat dan beban pembangunan dibagi secara adil. Dengan kata lain, keberhasilan transisi energi tidak hanya diukur dari berapa besar emisi yang berhasil dikurangi, tetapi juga dari sejauh mana pembangunan tersebut memperkuat keadilan sosial.
Dalam konteks Flores, transisi energi yang adil berarti negara hadir bukan hanya
sebagai regulator yang mengejar target kapasitas listrik, tetapi sebagai pelindung hakhak warga negara. Negara harus memastikan bahwa setiap keputusan pembangunan didasarkan pada kajian ilmiah yang transparan, menghormati daya dukung lingkungan, melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan, serta membuka ruang dialog yang sungguh-sungguh terhadap berbagai alternatif kebijakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




