Konsep tersebut sangat relevan dengan situasi Flores.
Persoalan geothermal di Flores bukan sekadar persoalan teknologi energi, tetapi
menyangkut keberlanjutan sistem kehidupan masyarakat. Sebagian besar bentang alam Flores berupa pegunungan dan perbukitan dengan lahan datar yang terbatas. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa Nusa Tenggara Timur memiliki sekitar 113 ribu hektare lahan sawah dan lebih dari 591 ribu hektare lahan pertanian kering yang menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat. Bagi warga Flores, tanah bukan hanya aset ekonomi, melainkan bagian dari identitas sosial dan budaya. Dari tanah itulah mereka memperoleh pangan, membiayai pendidikan anak, menjalankan
ritus adat, dan mempertahankan hubungan antargenerasi.
Karena itu, ketika kawasan yang direncanakan menjadi lokasi pengembangan geothermal berada di sekitar ruang hidup masyarakat, persoalannya tidak lagi sekadar
mengenai pengeboran sumur atau pembangunan pembangkit listrik. Yang
dipertaruhkan adalah keberlanjutan sistem kehidupan yang telah terbentuk selama
ratusan tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




