Pada akhirnya, masyarakat Flores tidak sedang meminta negara menghentikan transisi energi. Mereka justru mengajak negara untuk menyempurnakan cara menjalankannya. Transisi energi hanya akan memperoleh legitimasi apabila dibangun melalui ilmu pengetahuan, penghormatan terhadap hukum, perlindungan terhadap lingkungan, dan
partisipasi masyarakat yang bermakna. Pembangunan yang dipaksakan mungkin dapat menghasilkan listrik, tetapi sulit menghasilkan kepercayaan. Sebaliknya, pembangunan yang lahir dari dialog akan melahirkan rasa memiliki, tanggung jawab bersama, dan keberlanjutan.
Sejarah kelak tidak hanya mencatat berapa banyak pembangkit listrik yang berhasil
dibangun atau berapa besar emisi karbon yang berhasil dikurangi. Sejarah juga akan
bertanya apakah pembangunan itu menghormati manusia yang hidup di atas tanahnya, menjaga mata air yang menghidupi generasi berikutnya, melindungi kebudayaan yang
diwariskan leluhur, serta memperlakukan masyarakat sebagai subjek, bukan objek
pembangunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




