Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : V. Maksi Mari Editor : Redaksi Dibaca 584 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

V. Maximus Mari
(Anggota Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Pastoral Migran Perantau Keuskupan 
Agung Ende)

V. Maximus Mari (Anggota Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Pastoral Migran Perantau Keuskupan Agung Ende)

Kekhawatiran masyarakat semakin besar karena persoalan air. Kajian Lingkungan
Hidup Strategis Nusa Tenggara Timur menunjukkan bahwa sebagian wilayah
Kabupaten Ende, Ngada, dan Nagekeo telah mengalami tekanan terhadap daya
dukung air. Curah hujan di sejumlah kawasan relatif rendah dengan musim kemarau yang dapat berlangsung delapan hingga sepuluh bulan setiap tahun. Dalam kondisi demikian, air menjadi sumber daya yang sangat menentukan keberhasilan pertanian sekaligus kehidupan sehari-hari masyarakat.

Baca Juga :  Tragedi Kematian Prada Lucky Namo, Aksi 1000 Lilin, Evaluasi TNI, dan Tuntutan Keadilan

Oleh sebab itu, kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan terganggunyasumber-sumber air akibat aktivitas eksplorasi dan eksploitasi geothermal tidak dapat dianggap sebagai ketakutan yang berlebihan. Prinsip kehati-hatian (precautionart principle) dalam pengelolaan lingkungan justru mengajarkan bahwa setiap proyek yang berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap ekosistem harus dikaji secara menyeluruh sebelum dilaksanakan.

Kekhawatiran tersebut juga tidak lahir dari ruang kosong. Flores memiliki pengalaman
yang hingga kini masih membentuk memori kolektif masyarakat, yakni proyek
geothermal di Mataloko. Terlepas dari berbagai penjelasan teknis yang diberikan
pemerintah dan pengembang, pengalaman di kawasan tersebut telah memunculkan
pertanyaan mengenai efektivitas mitigasi risiko serta perlindungan terhadap
masyarakat. Dalam kebijakan publik, kepercayaan masyarakat merupakan modal
utama keberhasilan pembangunan. Ketika kepercayaan itu melemah, penolakan yang
muncul bukan lagi sekadar persoalan komunikasi, melainkan persoalan legitimasi
kebijakan.

Berita Terkait

Propinsi Kepulauan Flores, Ketika Negara Membiarkan Ketimpangan Menjadi Persoalan Menahun
Nikolaus Sanggu: Bangsa Indonesia yang dibangsatkan oleh Bangsanya Sendiri
Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana
Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati
Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir
Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?
Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT
Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 07:42 WITA

Propinsi Kepulauan Flores, Ketika Negara Membiarkan Ketimpangan Menjadi Persoalan Menahun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:42 WITA

Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:36 WITA

Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:55 WITA

Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:42 WITA

Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:34 WITA

Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:24 WITA

Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:43 WITA

Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru