Kekhawatiran masyarakat semakin besar karena persoalan air. Kajian Lingkungan
Hidup Strategis Nusa Tenggara Timur menunjukkan bahwa sebagian wilayah
Kabupaten Ende, Ngada, dan Nagekeo telah mengalami tekanan terhadap daya
dukung air. Curah hujan di sejumlah kawasan relatif rendah dengan musim kemarau yang dapat berlangsung delapan hingga sepuluh bulan setiap tahun. Dalam kondisi demikian, air menjadi sumber daya yang sangat menentukan keberhasilan pertanian sekaligus kehidupan sehari-hari masyarakat.
Oleh sebab itu, kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan terganggunyasumber-sumber air akibat aktivitas eksplorasi dan eksploitasi geothermal tidak dapat dianggap sebagai ketakutan yang berlebihan. Prinsip kehati-hatian (precautionart principle) dalam pengelolaan lingkungan justru mengajarkan bahwa setiap proyek yang berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap ekosistem harus dikaji secara menyeluruh sebelum dilaksanakan.
Kekhawatiran tersebut juga tidak lahir dari ruang kosong. Flores memiliki pengalaman
yang hingga kini masih membentuk memori kolektif masyarakat, yakni proyek
geothermal di Mataloko. Terlepas dari berbagai penjelasan teknis yang diberikan
pemerintah dan pengembang, pengalaman di kawasan tersebut telah memunculkan
pertanyaan mengenai efektivitas mitigasi risiko serta perlindungan terhadap
masyarakat. Dalam kebijakan publik, kepercayaan masyarakat merupakan modal
utama keberhasilan pembangunan. Ketika kepercayaan itu melemah, penolakan yang
muncul bukan lagi sekadar persoalan komunikasi, melainkan persoalan legitimasi
kebijakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




