Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : V. Maksi Mari Editor : Redaksi Dibaca 123 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

V. Maximus Mari
(Anggota Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Pastoral Migran Perantau Keuskupan 
Agung Ende)

V. Maximus Mari (Anggota Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Pastoral Migran Perantau Keuskupan Agung Ende)

Karena itu, sebelum memperluas pengembangan geothermal ke berbagai wilayah lain di Flores, pemerintah semestinya terlebih dahulu menunjukkan secara terbuka hasil evaluasi terhadap pengalaman Mataloko, langkah-langkah mitigasi yang telah dilakukan, serta jaminan perlindungan terhadap masyarakat apabila risiko serupa kembali muncul. Transparansi semacam ini jauh lebih penting daripada sekadar menyampaikan target kapasitas listrik yang hendak dicapai.

Baca Juga :  Pengembangan Geothermal di Flores, Mencari Titik Temu untuk Kepentingan Bersama

Persoalan geothermal di Flores juga tidak dapat dilepaskan dari dimensi moral. Dalam
Ensiklik Laudato Si’, Paus Fransiskus memperkenalkan konsep ekologi integral, yakni pandangan bahwa persoalan lingkungan tidak pernah dapat dipisahkan dari persoalan sosial, ekonomi, budaya, dan martabat manusia. Pada paragraf 137–139 ditegaskan bahwa segala sesuatu saling berkaitan. Sementara pada paragraf 48–52, Paus mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan selalu pertama-tama menimpa mereka yang paling miskin dan paling rentan.

Baca Juga :  3.000 Umat Hadiri Misa Pembukaan Ziarah Maria Road to Pantura, Bupati Ende Tegaskan Komitmen Jaga Alam

Pesan tersebut sangat relevan bagi Flores. Sebagian besar masyarakat yang kini
menyuarakan penolakan bukanlah kelompok yang menolak perubahan. Mereka adalah petani, masyarakat adat, dan komunitas lokal yang selama puluhan bahkan ratusan tahun menjaga mata air, hutan, dan lahan pertanian yang kini menjadi sasaran pembangunan. Mendengarkan suara mereka bukan berarti menghambat pembangunan, melainkan menghormati pengetahuan lokal yang selama ini menjaga
keseimbangan ekologis Flores.

Berita Terkait

Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT
Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis
May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja
Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur
Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi
Ulasan Lonn Segi Tak Sepanjang Gelarnya
Ketika Dapur Kupang Tercekik Gas, Alarm Keras Kemandirian Energi NTT
Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:34 WITA

Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:24 WITA

Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT

Kamis, 30 April 2026 - 20:23 WITA

May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja

Selasa, 14 April 2026 - 13:11 WITA

Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur

Rabu, 1 April 2026 - 07:59 WITA

Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:23 WITA

Ulasan Lonn Segi Tak Sepanjang Gelarnya

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:02 WITA

Ketika Dapur Kupang Tercekik Gas, Alarm Keras Kemandirian Energi NTT

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:52 WITA

Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”

Berita Terbaru