Pertanyaannya kemudian, mengapa investasi untuk membangun sistem energi
yang lebih sesuai dengan karakter ekologis Flores justru dianggap terlalu mahal?
Mengapa pendekatan yang lebih menghormati tanah pertanian, melindungi sumber air, menjaga kebudayaan lokal, serta meminimalkan konflik sosial tidak memperoleh
perhatian yang sama?
Di sinilah keadilan pembangunan diuji. Seluruh warga negara Indonesia, termasuk
masyarakat Flores, memiliki kewajiban yang sama dalam membayar pajak dan
berkontribusi terhadap pembangunan nasional. Oleh karena itu, mereka juga berhak memperoleh kebijakan pembangunan yang menghormati harkat dan martabat mereka sebagai warga negara. Keadilan tidak boleh diukur hanya dari efisiensi ekonomi, tetapi
juga dari kemampuannya melindungi kehidupan manusia.
Lebih jauh, Indonesia sesungguhnya tidak kekurangan pilihan energi terbarukan. Kajian Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) menunjukkan bahwa Nusa Tenggara Timur memiliki potensi tenaga surya sekitar 7.200 MW, tenaga angin sekitar 10.100 MW,
bioenergi sekitar 240 MW, serta mikrohidro sekitar 95 MW. Selain itu, berbagai kajian
juga menunjukkan bahwa setiap pengembangan energi terbarukan berbasis komunitas dapat menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




