Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : V. Maksi Mari Editor : Redaksi Dibaca 589 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

V. Maximus Mari
(Anggota Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Pastoral Migran Perantau Keuskupan 
Agung Ende)

V. Maximus Mari (Anggota Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Pastoral Migran Perantau Keuskupan Agung Ende)

Flores bahkan memiliki keunggulan geografis yang tidak dimiliki banyak daerah lain di Indonesia. Intensitas penyinaran matahari yang tinggi hampir sepanjang tahun menjadikan tenaga surya sebagai pilihan yang sangat prospektif. Banyak kawasan pegunungan memiliki aliran sungai yang memungkinkan pengembangan mikrohidro. Limbah pertanian dari kopi, kakao, kemiri, kelapa, jagung, dan berbagai komoditas perkebunan dapat dikembangkan menjadi biomassa yang bernilai ekonomi.

Baca Juga :  Minggu Panggilan Sedunia ke-62 di Adonara, Ribuan Anak Sekami dan Sekar Meriahkan Yubileum

Di sisi lain, kawasan Selat Larantuka dan Teluk Gonzalo telah lama dikenal memiliki
arus laut yang kuat dan stabil. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kawasan ini menyimpan potensi besar untuk pengembangan energi arus laut. Potensi tersebut hingga kini belum memperoleh perhatian yang sebanding dengan pengembangan geothermal, padahal karakteristiknya relatif lebih sesuai dengan kondisi wilayah kepulauan seperti Flores.

Baca Juga :  Penolakan Proyek Geothermal di Flores Kian Menguat, FKKF Sebut Rakyat Selalu Jadi Korban

Karena itu, masa depan energi Flores sesungguhnya tidak harus bergantung pada satu jenis teknologi. Pendekatan yang lebih sesuai justru membangun sistem energi yang terdesentralisasi melalui kombinasi tenaga surya, mikrohidro, biomassa, energi angin, dan energi laut sesuai karakteristik setiap wilayah. Model seperti ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga mengurangi risiko ekologis, memperluas partisipasi masyarakat, menciptakan lapangan kerja lokal, dan memperkuat kemandirian desa-desa.

Berita Terkait

Propinsi Kepulauan Flores, Ketika Negara Membiarkan Ketimpangan Menjadi Persoalan Menahun
Nikolaus Sanggu: Bangsa Indonesia yang dibangsatkan oleh Bangsanya Sendiri
Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana
Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati
Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir
Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?
Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT
Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 07:42 WITA

Propinsi Kepulauan Flores, Ketika Negara Membiarkan Ketimpangan Menjadi Persoalan Menahun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:42 WITA

Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:36 WITA

Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:55 WITA

Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:42 WITA

Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:34 WITA

Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:24 WITA

Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:43 WITA

Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru