Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : V. Maksi Mari Editor : Redaksi Dibaca 126 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

V. Maximus Mari
(Anggota Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Pastoral Migran Perantau Keuskupan 
Agung Ende)

V. Maximus Mari (Anggota Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Pastoral Migran Perantau Keuskupan Agung Ende)

Pertanyaan tersebut bukan lahir dari sikap anti-negara ataupun anti-pembangunan.
Sebaliknya, ia merupakan bagian dari tanggung jawab warga negara untuk memastikan bahwa setiap kebijakan publik dibangun atas dasar transparansi, partisipasi, dan penghormatan terhadap hak-hak konstitusional masyarakat. Pemerintah yang kuat bukanlah pemerintah yang mampu memaksakan proyek, melainkan pemerintah yang
mampu membangun kepercayaan melalui dialog yang jujur, terbuka, dan setara.

Baca Juga :  Ulasan Lonn Segi Tak Sepanjang Gelarnya

Pertanyaan kedua jauh lebih mendasar: untuk siapa sesungguhnya proyek
geothermal ini dibangun?

Pemerintah menjelaskan bahwa pengembangan geothermal merupakan bagian dari strategi nasional memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung target penurunan emisi karbon. Tujuan tersebut tentu patut dihargai. Akan tetapi, pembangunan yang disebut strategis tidak boleh menghasilkan paradoks ketika manfaatnya dinikmati secara nasional, sementara beban ekologis, sosial, dan budaya justru dipikul oleh
masyarakat lokal.

Apabila masyarakat harus kehilangan sebagian ruang hidupnya, menghadapi ancaman terhadap sumber air, menanggung risiko perubahan bentang alam, serta mengalami transformasi sosial yang tidak mereka kehendaki, maka pertanyaan mengenai keadilan menjadi tidak dapat dihindari. Apakah masyarakat Flores benar-benar menjadi subjek pembangunan, ataukah hanya menjadi lokasi pembangunan?

Baca Juga :  Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang

Berita Terkait

Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT
Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis
May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja
Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur
Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi
Ulasan Lonn Segi Tak Sepanjang Gelarnya
Ketika Dapur Kupang Tercekik Gas, Alarm Keras Kemandirian Energi NTT
Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:34 WITA

Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:24 WITA

Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT

Kamis, 30 April 2026 - 20:23 WITA

May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja

Selasa, 14 April 2026 - 13:11 WITA

Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur

Rabu, 1 April 2026 - 07:59 WITA

Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:23 WITA

Ulasan Lonn Segi Tak Sepanjang Gelarnya

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:02 WITA

Ketika Dapur Kupang Tercekik Gas, Alarm Keras Kemandirian Energi NTT

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:52 WITA

Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”

Berita Terbaru